JombangBanget.id – Reny Yunita Sari, SPd, guru Bahasa Inggris di SMAN 3 Jombang, dikenal dekat dengan siswa berkat inovasinya dalam mengajar.
Perempuan kelahiran Jombang, 4 Oktober 1986, ini berusaha menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dengan berbagai permainan agar siswa lebih nyaman dalam mempelajari bahasa Inggris.
Menurut Reny, banyak siswa beranggapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang menyeramkan.
Karena itu, ia mencoba mengubah stigma tersebut dengan menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif.
”Saya ingin suasana kelas lebih nyaman. Kalau anak-anak enjoy dan bahagia, sebanyak apa pun materi pasti bisa diterima. Tapi kalau tidak enjoy, materi sebanyak apa pun tidak akan masuk,” ungkapnya.
Selain menghadirkan permainan dalam pembelajaran, Reny juga menanamkan disiplin pada siswa terkait penggunaan gawai.
Ia melarang penggunaan ponsel saat pembelajaran berlangsung agar siswa tidak bergantung pada teknologi dalam memahami teks atau soal.
”HP memang memudahkan, tapi sekaligus merusak kemampuan. Sebagai timbal baliknya, saya juga berkomitmen untuk tidak bermain HP saat mengajar,” jelasnya.
Sesekali, Reny tetap memanfaatkan ponsel untuk keperluan tertentu, misalnya saat tes atau ice breaking.
Namun, ia lebih senang menggunakan permainan fisik yang melibatkan interaksi langsung agar siswa tidak selalu terpaku pada layar.
Reny memulai pendidikan di tanah kelahiran, SDN Gongseng 1, melanjutkan SMPN 1 Megaluh lulus 2002 lalu melanjutkan ke SMAN 3 Jombang lulus 2005, kemudian kuliah di Unesa Pendidikan Bahasa Inggris lulus 2009.
Baca Juga: Seru! Kartar Mojoagung Gelar Mancing Gratis di Sungai, Ikan Berpita Berhadiah Uang Tunai
Perjalanan kariernya dimulai sejak lulus dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tahun 2009.
Ia sempat mengajar di SMA PGRI 2 Jombang juga menjadi tutor di LBB SSC hingga 2019, sebelum akhirnya lolos seleksi CPNS dan bertugas di SMAN Ploso, Jombang.
Karena di SMAN Ploso guru Bahsa Inggris sudah cukup, sedangkan SMAN 3 Jombang kekurangan, maka Reny MoU untuk mengajar di SMAN 3 Jombang, namun sejak 2022 Reny resmi mutasi ke SMAN 3 Jombang hingga sekarang.
Kedekatannya dengan siswa, membuatnya dipercaya sebagai pembina OSIS baik di SMAN 3 Jombang, juga dulu di SMA PGRI 2 Jombang.
Baginya, membina organisasi siswa di era sekarang menuntut pendampingan yang lebih fleksibel.
”Kalau dulu pembina lebih banyak mendikte, sekarang peran kita lebih kepada mendampingi. Anak-anak sekarang luar biasa kreatif, jadi kita harus lari lebih cepat untuk bisa mengimbangi mereka,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Reny bakal melanjutkan studi S2 di Unesa, jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Ia berharap dengan pendidikan lanjutan, inovasi dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah bisa semakin berkembang.
”Saya termotivasi dari guru-guru senior di SMAN 3 Jombang, yang senior saja bisa, kenapa saya yang muda tidak bisa,” jelasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz