Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Selalu Punya Gebrakan Program Baru, Berikut Profil Kepala MAN 8 Jombang Dra Farida Priyatna MM

Wenny Rosalina • Rabu, 4 Juni 2025 | 15:24 WIB

 

Kepala MAN 8 Jombang, Dra Farida Priyatna MM.
Kepala MAN 8 Jombang, Dra Farida Priyatna MM.

JombangBanget.id - Darah seorang leader mengalir dalam diri Dra Farida Priyatna MM.

Sejak pertama diangkat menjadi PNS guru pada 1993, Farida sudah memiliki pengalaman memimpin beberapa madrasah.

Tidak hanya memimpin, namun ia banyak menorehkan gebrakan program untuk kemajuan madrasah yang ia pimpin.

”Antara satu madrasah dengan madrasah yang lain pasti berbeda-beda, apa yang dibutuhkan, kami bertugas menyesuaikan itu,” ungkap Farida, yang kini menjabat kepala MAN 8  Jombang.

Farida lahir dan besar di Kabupaten Jember. Ia mengennyam bangku sekolah dasar di SDN Gebang 4 Jember. Kemudian lanjut di SMPN 2 Jember dan SMAN 1 Jember.

Farida mengambil jenjang sarjana di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.

Selama kuliah, ia juga bekerja di lembaga penelitian Jember-Probolinggo.

”Baru berhenti setelah ayah saya kasih pilihan mau fokus kerja atau fokus kuliah,” ungkapnya.

Ia memilih fokus kuliah hingga lulus. Setelah lulus S1, ia pindah ke Kabupaten Lamongan, mengikuti sang suami yang menjadi kepala desa di Lamongan.

Pada 1990, ia menjadi GTT di MAN 3 Jombang. Jiwanya terpanggil sebagai guru.

Selain sesuai bidangnya, ia terinspirasi sang ayah yang juga seorang guru dan purna sebagai kepala MAN 1 Jember.

Setelah menjalani GTT selama tiga tahun, pada 1993 ia diangkat sebagai PNS di MAN 4 Jombang.

”Saat itu saya masih mengajar di MAN 3 Jombang, baru memutuskan fokus di MAN 4 Jombang tahun 1995,” ungkapnya.

Di MAN 4 Jombang, selain menjadi guru Ekonomi dan Akuntansi, ia juga dipercaya menduduki jabatan wakil kepala humas sampai 2009.

Kemudian dipromosikan sebagai kepala MTsN 14 Jombang atau dulu disebut MTsN Megaluh sampai 2011.

Di Megaluh, baru satu tahun menjabat, ia mendapatkan bantuan DIPA pembebasan lahan senilai Rp 3,6 miliar.

”Karena saya di Megaluh belum memiliki lahan sendiri, Alhamdulillah dapat pembebasan lahan Rp 3,6 miliar,” katanya.

Pada 2011, ia dimutasikan tugas menjadi kepala MTsN 4 Jombang, sampai 2018.

Di MTsN 4 Jombang, lembaga yang ia pimpin juga berhasil mendapatkan program pembebasan lahan senilai Rp 3,8 miliar untuk pengembangan madrasah.

Ia juga fokus mengembangkan program akselerasi. Siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat lulus dalam dua tahun.

Bahkan lulusan MTsN 4 Jombang di bawah kepemimpinannya menjadi madrasah yang siswanya paling banyak diterima di MAN PK se Jawa Timur kala itu.

Sukses memimpin MTsN 4 Jombang, Farida pada 2018 farida kembali mutasikan tugas menjadi kepala MAN 9 Jombang.

Salah satu inovasinya berhasil mengembangkan program keterampilan siswa bekerja sama dengan perusahaan.

”Ada kecantikan, tata boga, tata busa, adan otomotif, sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa di sana, juga bekerja sama dengan masyarakat sebagai laboratorium praktik siswa secara langsung,” tambahnya.

Ia juga berhasil mewariskan pembangunan aula, gedung pertemuan, dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

”Pembangunan di sana juga saya utamakan, untuk menunjang sarana prasarana,” pungkasnya.

Sukses memimpin MAN 9 Jombang, pada 2022 ia dipromosikan menjadi kepala MAN 8 Jombang sampai sekarang.

Berkat sentuhannya, MAN 8 Jombang berkembang pesat baik di bidang akademik juga pembangunan infrastruktur sekolah.

”Alhamdulillah di MAN 8 Jombang motivasi untuk berprestasi meningkat. Tiada minggu tanpa prestasi, sudah 8 kali juara pada kejuaraan dunia, utamanya bulu tangkis, sudah pernah tanding ke China, Thailand, Prancis dan lain sebagainya,” jelasnya.

Ia juga berhasil membawa MAN 8 Jombang sebagai juara umum Porseni MA se Kabupaten Jombang 2025.

Dan kini persiapan menuju Porseni MA Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus digenjot.

Di antaranya membangun gapura, pagar, pembangunan PTSP untuk meningkatkan pelayanan.

Mengubah musala kecil menjadi masjid berukuran 20x20, penghijauan taman, pemenuhan fasilitas TV dan LCD setiap kelas, pemasangan AC dan LCD di ruang guru dan laboratorium.

”Tahun 2024, MTsN 8 Jombang juga menerima SBSN berupa ruang kelas dua lantai,” imbuhnya.

Meningkatnya prestasi siswa juga meningkat pula kepercayaan masyarakat ke MAN 8 Jombang.

Setiap tahun ada lebih dari 350 siswa yang mendaftar, namun MAN 8 Jombang hanya mampu menampung 280 siswa setiap angkatan.

”Alhamdulillah semakin dipercaya, prestasi tidak boleh kendor, sehingga kami sangat membutuhkan ruang kelas baru. Sejak 2022, sudah menambah tujuh kelas,” katanya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#farida #kepala madrasah #profil #MAN 8 Jombang #kepala #Jombang #wanita #gebrakan