Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Senang Belajar Hal Baru, Guru SMKN Mojoagung Jombang Ini Merasa Tertantang Tiap Ada Perubahan Kurikulum

Wenny Rosalina • Rabu, 21 Mei 2025 | 14:49 WIB
Nurul Hidayati, S.Si, waka Kurikulum SMKN Mojoagung, Jombang.
Nurul Hidayati, S.Si, waka Kurikulum SMKN Mojoagung, Jombang.

JombangBanget.id - Menjadi guru adalah profesi yang menantang bagi Nurul Hidayati, S.Si.

Namun, hal itu justru membuatnya semakin mencintai profesinya sebagai pendidik.

Ia bahkan semakin termotivasi untuk terus belajar agar menjadi guru profesional dan dicintai para siswa.

”Saya suka belajar, mempelajari hal-hal baru, kurikulum baru itu suka sekali,” kata waka kurikulum SMKN Mojoagung, Jombang periode 2016-2018 dan tahun pelajaran 2024/2025 ini.

Menurutnya, pembelajaran kini berpusat pada siswa. Tidak bisa disamakan seperti dulu di mana guru berperan aktif untuk menjelaskan.

Kini guru hanya sebagai pendamping belajar siswa.

”Kalau saya mau mengerjakan satu konsep, saya harus punya pemantiknya dulu agar anak-anak lebih semangat belajar,” terang guru yang pernah menjadi narasumber Berbagi Praktik Baik Kurikulum Merdeka 2023 tersebut.

Nurul juga harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin sebelum mengajar siswa di kelas.

Ia memiliki modul ajar selama satu semester, ia juga rutin membaca itu sebelum masuk kelas.

Sehingga kegiatan pembelajaran di kelas lebih terarah dan berjalan hidup.

”Saya belajar sebelum masuk kelas, saya membaca, itu saya lakukan sejak dulu sampai sekarang,” katanya. Nurul juga aktif belajar terkait program-program baru termasuk Kurikulum Merdeka.

Baca Juga: Profil Diah Puji Nalibrata, Wakil Rektor 2 Universitas PGRI Jombang yang Punya Rencana Pembelajaran Semester Dikonstruksi Berbasis Karakter

Namun, Nurul tidak termasuk dalam salah satu daftar Guru Penggerak. Ia pernah mencoba mendaftar tapi tidak ia selesaikan.

Sebab, Guru Penggerak yang diproyeksikan sebagai kepala sekolah, sementara  ia mengaku tidak tertarik dalam manajerial.

Nurul terlanjur jatuh cinta dengan profesinya sebagai pendidik, ia ingin selalu dekat dengan siswa.

”Ini saja jadi waka jamnya berkurang hanya 12 jam,” ungkapnya.

Selain menyampaikan materi di kelas, Nurul juga berusaha mengenali karakter masing-masing siswanya.

Setiap masuk ke kelas, ia selalu absensi satu per satu siswa, tidak hanya memastikan kehadirannya tapi juga memandang sejenak wajah masing-masing siswa agar semakin hafal dan paham karakter siswanya.

Tak heran jika Nurul sering jadi jujukan curhat para siswa.

”Kalau dulu sering sekali siswa curhat, karena merasa dekat secara emosional, sampai sekarang juga masih sambung dengan alumni-alumni,” pungkas guru yang pernah jadi instruktur kurikulum 2013 tahun 2016-2018 ini. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#profil #kurikulum #profesi #SMKN Mojoagung #Jombang #Waka Kurikulum #wanita #guru