Oleh Aslih SPdI
Guru SMPN 2 Peterongan & Pengurus Harian PAC GP Ansor Jogoroto
Radarjombang.id - Salat tarawih merupakan ibadah sunah yang menjadi ciri khas bulan Ramadan. Terdapat kontradiksi adanya pahala luar biasa dari salat tarawih ini sebagaimana yang beredar di masyarakat.
Seperti pahala salat tarawih di malam pertama, dosanya akan keluar seperti bayi yang dilahirkan ibunya. Pahala malam kedua, diampuni dosa kedua orang tuanya dan seterusnya hingga malam terakhir. Berbagai keutamaan tarawih ini bersumber dari Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khubawi, pengarang kitab Durrotun Nasihin.
Banyak yang meyakini dengan men-share di berbagai media sosial sebagai motivasi beribadah. Tetapi, terdapat kritik pada pendapat tersebut; Pertama, berdasarkan sejarahnya, tarawih selama 30 hari non stop belum ada pada zaman Nabi tetapi baru ada pada zaman Umar RA.
Rasulullah SAW hanya keluar pada tiga malam awal saja guna beribadah di malam Ramadan karena khawatir ibadah itu diwajibkan kepada ummatnya.
Kedua, istilah ’’tarawih’’ juga belum ada pada zaman Nabi, dan baru muncul pada masa Umar RA. Ketiga, hadis yang menjelaskan pahala tarawih tidak ditemukan dalam kitab-kitab terpercaya, hanya ada di kitab Durratun Nasihin saja.
Terdapat penelitian dari pakar studi ilmu Hadis yaitu Dr Ahmad Lutfi Fathullah MA, yang menyimpulkan bahwa 30 persen dari total 389 hadis pada kitab ini adalah hadis maudhu’ atau palsu.
Keempat, Syekh Usman bin Hasan al-Khubawi hanya menyebut hadis tersebut merupakan riwayat dari Ali RA saja. Kelima, hadis tersebut memberi iming-iming pahala yang terlalu wah dan dianggap berlebihan.
Menyikapi kondisi di atas, para ulama berpendapat bahwa tarawih adalah sebuah ibadah yang memiliki banyak keutamaan di bulan suci Ramadan.
Adanya perbedaan dalam memahami salat tarawih ini semoga tidak melunturkan semangat kita untuk meraih anugerah terbesar berupa maghfiroh dari Allah SWT, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
’’Barangsiapa yang menjalankan (Salat Tarawih) di bulan Ramadan dengan dasar iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.
Editor : Ainul Hafidz