Jombangbanget.id - Perbaikan jembatan yang rusak karena bencana di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu dengan anggaran Rp 3,6 miliar dari APBD 2025 bakal segera dilaksanakan.
Ini setelah Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang melengkapi rekomendasi hasil probity audit atau penilaian dari Inspektorat Jombang.
’’Probity audit sudah selesai, ada rekomendasi inspektorat yang sekarang masih kami lengkapi,’’ kata Kepala Dinas Perkim Jombang, Agung Hariadi, Senin (24/2).
Mayoritas rekom tersebut berkaitan teknis ke material jembatan.
’’Catatan dan saran serta masukan masih kami tindak lanjuti. Misalnya survei harga pembanding itu harus ada. Jadi detailnya ini lebih ke teknis,’’ imbuhnya.
Sebab, pengadaan barang untuk proyek itu tak ditender. Melainkan menggunakan e-purchasing.
’’Sesuai rencana awal akan memakai metode itu (e-purchasing),’’ ujar Agung.
Sesuai hasil perencanaan, konstruksi jembatan menggunakan jembatan bailey.
Sehingga pekerjaan di lapangan tak mengganggu irigasi sawah setempat. ’’Karena air Sungai Marmoyo dipakai untuk pertanian.
Jadi tidak mungkin dihentikan karena ada pekerjaan jembatan,’’ terangnya.
Jembatan di Desa Kudubanjar putus sejak awal 2020. Karena tak kunjung ditangani, warga urunan untuk membangun jembatan darurat dari rangka besi.
Pasalnya, akses jembatan tersebut sangat vital untuk aktivitas warga sekitar.
Sempat diajukan pembangunan jembatan pada 2024, namun karena ada refocusing anggaran, sehingga proyek tersebut batal. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz