Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemberdayaan Komunitas Pemilah Sampah dalam Perspektif Harbert Spencer

Anggi Fridianto • Selasa, 7 Januari 2025 | 22:04 WIB
Photo
Photo

Oleh: Eka Wulan Sari *)

Jombangbanget.id - Masalah sampah di Kota Batu menjadi perhatian serius, terutama setelah ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung pada Agustus 2023 karena kelebihan kapasitas.

Sebagai respons, pemerintah menggalakkan pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah.

Salah satu inisiatif yang muncul adalah Komunitas Pemilah Sampah Temas, yang berada di Kelurahan Temas, Kota Batu.

Komunitas ini berperan penting dalam memilah sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya beracun (B3) untuk mendorong pengelolaan limbah berkelanjutan.

Selain itu, komunitas ini membantu RT/RW yang tidak mampu mengelola sampah secara mandiri. Warga yang menggunakan jasa komunitas dikenakan iuran Rp21.000 per rumah.

Sampah yang terkumpul diangkut menggunakan kendaraan khusus, dipisahkan, dan diolah.

Sampah basah dimanfaatkan untuk budidaya maggot, sementara sampah kering didaur ulang atau dibakar.

Namun, tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya dan kurangnya perlengkapan keselamatan kerja bagi petugas menjadi hambatan.

Edukasi dan fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.

Melalui perspektif teori organisme sosial Herbert Spencer, komunitas ini dianalogikan sebagai "organ" dalam sistem masyarakat.

Setiap elemen, mulai dari masyarakat lokal, pemerintah, hingga teknologi dan infrastruktur, saling bergantung untuk mencapai tujuan bersama: lingkungan bersih dan berkelanjutan. Ketika salah satu elemen tidak berfungsi, seperti kurangnya partisipasi masyarakat, keseimbangan sistem akan terganggu.

Dengan pemberdayaan yang optimal melalui pelatihan, edukasi, dan dukungan fasilitas, Komunitas Pemilah Sampah Temas mampu menjadi model pengelolaan limbah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Jika semua elemen bekerja harmonis, komunitas ini dapat menginspirasi wilayah lain untuk mengatasi permasalahan sampah.

*) Mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#tpa #Jombang #kota batu