Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sosok Miming Suryoningsih, Guru SMAN Kabuh yang Terapkan 3S ke Siswa

Wenny Rosalina • Rabu, 13 November 2024 | 15:18 WIB
Miming Suryoningsih SPdI
Miming Suryoningsih SPdI

Jombangbanget.id - Miming Suryoningsih SpdI, guru BK SMAN Kabuh berupaya untuk menghilangkan kesan menakutkan pada guru bimbingan konseling (BK).

Salah satunya melalui pembiasaan senyum, sapa, dan salam di lingkungan sekolah.

”Saat ini semua guru wajib senyum, sapa, salam, termasuk guru BK, jadi tidak ada kesan lagi jika guru BK itu menakutkan,” kata koordinator P5 SMAN Kabuh tersebut.

Miming berusaha menanamkan kedisipilinan pada siswa.

Salah satunya dengan memberikan contoh.

Ia selalu berusaha tiba di sekolah lebih awal. Pukul 06.00, Miming sudah berangkat dari Dusun Tanjung, Desa/Kecamatan Ngusikan.

Sekitar 6.30 ia sudah sampai sekolah.  

Ia ingin memberikan contoh kepada siswa untuk tidak datang terlambat ke sekolah.

Itu dilakukannya sejak lama, sejak ia masih menjadi guru honorer di MTs Roudlotun Nasyiin Mojokerto dan MA Unggulan Darul Falah Jetis.

”Kita harus membiasakan diri disiplin terlebih dahulu sebelum mengajak siswa untuk disiplin,” kata fasilitator sekolah antiperundungan tersebut.

Pagi ia sudah siap menyambut siswa dengan senyum, sapa, dan salam.

”Biar siswa tahu, jika guru BK tidak seseram itu, guru BK itu asyik dan ramah,” jelasnya.

Miming bahkan sering nimbrung dan berinteraksi secara aktif dengan para siswa, termasuk saat jam istirahat.

”Di sini BK masuk kelas, jadi lebih mudah komunikasi dengan mereka,” jelasnya.

Ia berupaya membuat siswa bisa merasa nyaman dan aman, dan guru BK adalah teman yang tepat untuk berbagi cerita.

”Jika guru BK biasanya menunggu anak curhat, kalau saya lebih senang jemput bola,” katanya.

Curhat juga tidak harus dilakukan di ruang BK, bisa juga di lapangan, di taman, atau di tempat-tempat yang dirasa aman dan nyaman bagi siswa.

”Guru BK adalah teman untuk mereka mencari solusi jika menghadapi masalah, karena guru BK ingin memandirikan siswa,” ungkapnya.

Karena jam 06.00 ia sudah berangkat, ia harus memastikan, tepat pukul 06.00, kedua anaknya sudah siap berangkat sekolah. Ia harus pandai memanage waktu.

Bangun pukul 04.00, pukul 05.00, semuanya sudah mandi dan siap-siap berangkat sekolah.

”Di rumah ada ibu, jadi saya berangkat dulu jam 06.00 WIB, anak-anak diantar ibu sekolahnya, dua-duanya masih TK,” katanya.

Di sekolah sampai pukul 15.00, pulang sekolah ia langsung mengantar anak-anaknya untuk les dan mengaji.

Selama setahun, ia menjadi terapis anak berkebutuhan khusus di Surabaya.

Ia mengajarkan ABK untuk hidup mandiri, mulai dari makan sendiri, bersosialisasi dengan orang lain, dan lain sebagainya.

Setelah itu ia menjadi guru honorer mulai 2014.

Ia kemudian kuliah S1 lagi di Universitas Darul Ulum Jombang jurusan Bimbingan Konseling.

Itu ia lakukan untuk mendapatkan ijazah yang linier, agar bisa menempuh pendidikan profesi guru.

Sejak saat itu, kariernya mulai beranjak naik. Selama kuliah, ia juga mengikuti program guru penggerak angkatan kelima.

Lulus guru penggerak, Miming langsung lulus PPG atau dapat sertifikasi.

Di saat yang bersamaan, ia juga diterima sebagai PPPK, dan ditempatkan di SMAN Kabuh mulai Juni.

”Alhamdulillah, saya lolos PPG bukan pakai ijazah kuliah, tapi pakai sertifikat guru penggerak,” jelasnya.

Hari Senin-Jumat, ia beraktivitas penuh di SMAN Kabuh, Sabtu ia mengisi waktu liburnya dengan mengajar di MA Unggulan Darul Falah.

”Di sana juga saya suka, dan sudah lama mulai 2014 ingin bertahan ada di sana meski hanya satu hari, lagipula, sudah kenal dengan para pengurus pondok, jadi libur hanya hari Minggu,” ungkapnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Jombang #SMAN Kabuh #guru bk