Jombangbanget.id - Sebagai abdi negara, dra Evi Dwi Widajanti MM berkomitmen memberikan yang terbaik terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Menjadi pimpinan di dua cabang dinas pendidikan, ia berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dua amanah tersebut sebaik mungkin.
”Saya harus berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik, sebab tidak semua orang mendapatkan beban kerja di dua tempat sekaligus,” kata Evi.
Tinggal di Sidoarjo, Evi harus rela jauh dari keluarga untuk menjalankan amanahnya. Jika ia lebih banyak tugas di Jombang, ia akan bermalam di Jombang.
”Manajemen waktunya harus jelas, kalau seharian di Jombang besoknya saya ke Nganjuk, tapi biasanya jika pagi ini tugas di Jombang, siangnya saya ke Nganjuk,” kata Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nanjuk.
Seperti Selasa (5/11) pagi misalnya, sejak pagi ia berkantor di Jombang, sekitar pukul 11.00, ia bertolak ke Nganjuk untuk menyelesaikan tugas yang ada di sana.
Ia mengaku enjoy dan menikmati apa yang sedang dijalaninya sekarang.
Sebab, ia ingin memberikan dedikasi terbaik untuk dinas dan juga keluarga. ”Yang penting antara Jombang dan Nganjuk bisa terjalin sinergi yang baik,” jelasnya.
Evi lahir dan besar di Surabaya. Ia memulai pendidikannya di SDN 57 Surabaya, kemudian SMPN 7 Surabaya, dan SMA Trimurti Surabaya.
Selepas lulus SMA, ia kuliah S1 di Untag Surabaya Jurusan Administrasi Negara, dan S2 di STIE Yapan Surabaya Jurusan Manajemen.
Putri kedua dari lima bersaudara tersebut merupakan wanita yang mandiri. Berkaca dari kedua orang tuanya yang pantang menyerah dalam memberikan pendidikan terbaik untuk kelima anaknya. Mulai dari usaha pengiriman emas, furniture, hingga usaha kuliner.
Sejak kecil, Evi juga sudah terbiasa dengan membantu orang tuanya. Ia biasa membantu ke pasar atau menyiapkan masakan untuk katering.
Tempaan yang ia dapatkan sejak usia dini terbawa hingga dewasa.
Sejak sebelum lulus S1, ia sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta yang cukup besar di Jakarta sebagai accounting.
Bekerja kurang lebih tiga tahun, baru ia melanjutkan kuliahnya S1 dan lulus tahun 1991.
Setelah lulus ia tak lagi menalnjutkan kariernya di Jakarta. Ia memilih kembali ke Surabaya dan mencari pekerjaan lain. pada 1996, ia diterima sebagai PNS dan ditempatkan di Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Pada 2017 ia mendapatkan promosi sebagai pajabat eselon IV di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pada 2022, ia diangkat sebagai kepala UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo.
Selanjutnya pada 2023, IA ditarik ke dinas pendidikan lagi sebagai kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nganjuk, dan September 2024 sebagai Plt Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang setelah kepala yang lama pensiun.
Menikah tahun 2000, ia dikaruniai lima orang anak. ”Empat laki-laki, yang satu meninggal dalam kandungan saat usia 3 bulan,” jelasnya.
Di tengah padatnya tugas yang dijalani, Sabtu dan Minggu semaksimal mungkin dimanfaatkan untuk keluarga.
Biasanya, ia mengisi waktu liburnya dengan jalan-jalan bersama keluarga kecilnya, maupun dengan keluarga besarnya.
”Anak-anak itu sangat suka diskusi, jadi kadang pergi bersama semobil, dalam mobil itu diskusi banyak hal,” jelasnya.
Kekompakan keluarga menurutnya yang paling utama. Pesan kedua orang tuanya, ia harus rukun dan bersama-sama dengan saudara-saudaranya selamanya.
”Alhamdulillah kalau ada waktu luang ya jalan-jalan bersama keluarga besar,” jelasnya.
Evi juga suka beberes, tak heran, kini kantor Cabdindik Jombang tampak cantik dan tertata rapi. Menurutnya, kenyamanan adalah kunci utama dalam bekerja.
Tidak hanya kenyamanan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk seluruh pegawai yang bekerja di Cabdindik Jombang.
”Saya ini tidak bisa diam, duduk di balik meja saja tidak suka, harus bebenah, pengen sekali beres-beres, kebiasaan itu saya lakukan baik di rumah maupun di kantor,” jelasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz