Jombangbanget.id - DJUM’ATIN merupakan sosok guru yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
Ia terlibat aktif dalam adiwiyata madrasah yang dimulai pada 2014.
Berangkat dari situ, sejumlah inovasi ia lahirkan, untuk menciptakan lingkungan bersih dan meminimalisir sampah.
”Tahun 2014 saya terlibat dalam program adiwiyata kabupaten, tahun 2015 adiwiyata provinsi, dan 2016 adiwiyata nasional,” ungkap pelaksana program adiwiyata tersebut.
Menurutnya, mengikuti program adiwiyata tidak boleh dihilangkan karena merupakan kegiatan baik.
Menurutnya, kebiasaan baik selama program adiwiyata merupakan keberhasilan atas kerja sama mitra.
Salah satu yang dipertahankan adalah pengelolaan bank sampah.
Dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan menghidupkan Bank Sampah Berseri MAN 4 Jombang. Djum’atin juga pelaksana program Bank Sampah Berseri.
Dari inovasi bank sampah tersebut, kemudian lahir kembali program sedekah botol. Ia sendiri yang menjadi pelaksana program sedekah botol.
Ia mengajak seluruh siswanya untuk membereskan sampah yang ada di lingkungan madrasah dengan cara bersedekah.
”Bersedekah itu manfaatnya besar, itu malaikat juga tidak akan diam, itu juga saya ajarkan kepada anak-anak jika ada sampah berserakan, saya suruh ambil lalu disedekahkan di beberapa titik tempat yang sudah ditentukan.
Insya Allah malaikat mencatat sebagai amal,” ungkapnya.
Baca Juga: dr Ulfah Khannatul Izzah, Sosok Wanita Jombang yang Aktualisasikan Diri Melalui Profesi
Titik tempat sedekah sampah juga diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau siswa, seperti di depan ruang tata boga, di wilayah kelas putri atau lokal selatan, di gedung ruang kelas baru (RKB), dan di lokal utara dekat kantor utama.
Tentu, selain mengajak, Djum’atin juga memberikan contoh kepada siswa untuk bisa mencintai lingkungan dengan menjaga kebersihan.
Ia juga merupakan pengelola kebun dan toga (tanaman obat keluarga) MAN 4 Jombang yang di dalamnya ada banyak jenis tanaman, seperti toga, sayur-sayuran.
Ia ingin mengajak siswa bisa belajar mengenal banyak jenis tanaman tanpa perlu keluar dari area pondok.
Toga MAN 4 Jombang yang ia buat bersama timnya sekaligus tempat belajar bagi guru biologi, geografi dan lain sebagainya. ”Jumlah tanaman juga akan terus kami tambah,” jelasnya.
Kebiasaan mencintai lingkungan di sekolah tersebut juga diterapkannya di rumah.
Ia juga seorang nasabah Bank Sampah di RW 04 Perum Sambong Permai, Blok N, Nomor 1 yang berada di Desa Sambong Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Ia juga terbiasa membuat kompos di rumahnya yang digunakan untuk merawat tanamannya sendiri.
Keterlibatannya dengan kegiatan lingkungan tak lepas dari mata pelajaran Geografi yang diampunya.
Di mana mapel tersebut juga membahas soal lingkungan.
”Jadi otomatis langsung klik saja, suka melihat pecinta lingkungan yang gigih, saya tertarik untuk melakukan hal itu terus-menerus, mengkampanyekan soal lingkungan, meski sulit tapi tetap harus dilaksanakan,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz