Jombangbanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya menapaki jalan menuju Allah SWT.
’’Menuju Allah SWT hanya bisa dengan amal saleh yang didasari iman dan diserta ilmu,’’ tuturnya.
Iblis punya banyak trik untuk menyesatkan manusia. Suatu ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bertemu iblis.
Iblis lalu berkata; Aku merusak manusia dengan maksiat dan dosa.
Manusia merusakku dengan kalimat tauhid la ilaha illallah dan istigfar.
Iblis kemudian menggunakan cara yang lebih canggih, yakni merusak manusia dengan hawa nafsu. Sehingga manusia merasa mendapatkan petunjuk.
Makanya ada orang yang terus-menerus melakukan dosa dengan mengharapkan ampunan tanpa disertai penyesalan.
Ada orang mengaku dekat kepada Allah Ta’ala tanpa disertai perbuatan taat. Ada orang beramal dengan amal ahli neraka namun berharap surga.
Ada orang ingin masuk surga namun gemar melakukan maksiat. Ingin masuk surga tanpa berusaha menelusuri jalan ke surga.
Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT namun berharap rida Allah SWT. Mengharapkan pahala tanpa beramal.
Mengharapkan rahmat Allah SWT, namun perbuatannya zalim dan melampaui batas.
Semua itu seperti perahu yang berlayar di atas daratan. Seperti menanam benih di aspal. Suatu yang mustahil dan tidak mungkin terwujud.
Baca Juga: Toriqoh, Jauhi Angan-Angan Tanpa Batas
’’Agar tidak tertipu hawa nafsu dan iblis, kita harus terus menerus berdoa memohon hidayah kepada Allah SWT,’’ terangnya. Yakni doa dalam QS Al Fatihah 6 (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus), yang selalu kita baca dalam salat.
Sebab hanya dengan petunjuk Allah SWT kita bisa selamat dari tipu daya nafsu dan iblis.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Usaha manusia tidak seperti usaha akal, akal memberikan petunjuk dan menolak dari yang buruk.
Kiai Cholil lalu mencontohkan saat kita membaca basmalah. Ketika kita membaca basmalah hanya dengan lisan; Maka pahalanya maksimal hanya 10 kali lipat.
Tapi ketika kita membaca basmalah diserta akal memahami maknanya, maka pahalanya bisa berlipat ganda.
’’Amal yang disertai akal, pahalanya bisa 260 kali lebih banyak,’’ jelasnya. Bahkan bisa berlipat 700 kali lebih banyak.
Juga: Toriqoh, Bahaya Bodoh Lahir dan Batin
Yang lebih penting, amal yang diserta akal bisa mendatangkan hidayah dan menolak hal yang buruk.
Makanya ketika takbiratul ihram salat, kita usahakan melibatkan akal. Ketika membaca Fatihah, kita usahakan melibatkan akal.
Sehingga kita benar-benar mendapatkan hidayah dan selamat dari segala keburukan.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke hati, maka akal pun ikut zikir. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz