JombangBanget.id - Menjahit bagi Ana Arisanti SE MSi Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinkop UM Jombang adalah healing terbaik, dari penatnya pekerjaan yang dijalani sehari-hari.
Dengan menjahit, ia bisa menghibur diri sendiri.
Sekaligus menghasilkan karya terbaik dalam bentuk pakaian yang digunakan sehari-hari.
’’Saat saya stres, capek, ya menjahit. Healing terbaik bagi saya adalah menjahit,’’ kata Ana.
Ibu Ana merupakan seorang perias pengantin dan penjahit.
Ana terbiasa dengan aktivitas menjahit sejak dini. Saat SMP, Ana mengikuti ekstrakurikuler menjahit.
Ketika kuliah, ia kembali serius belajar menjahit dengan kursus.
Setelah bisa menjahit, ia kemudian menjahit bajunya sendiri. Baju-baju yang dipakai kerja ia jahit sendiri.
Ana juga selalu update tentang gaya fashion terkini. Kala wisuda SMA putri sulungnya kemarin, kebaya yang dikenakan ia jahit sendiri.
’’Sementara ini hanya menjahit baju yang dipakai sendiri. Baju kerja, baju pesta yang saya pakai sendiri. Kalau untuk orang lain, waktunya masih belum nutut,’’ bebernya.
Hari libur adalah hari keluarga. Waktu Ana sepenuhnya untuk keluarga. Biasanya diisi dengan memasak menu-menu kesukaan anak-anaknya.
Baca Juga: Anik Muizzah Sosok Wanita Jombang yang Terampil, Suka Memasak dan Menulis Puisi
’’Di rumah fokus keluarga, kalau di kantor fokus bekerja, harus fokus dimanapun,” ucapnya.
Ketika senggang, waktunya diluangkan untuk pergi ke alun-alun, jalan kaki memutari alun-alun sekaligus olahraga.
’’Olahraga tidak macam-macam. Paling ya jalan-jalan muter alun-alun. Senam-senam gitu gak pernah,’’ ungkapnya.
Bagi Ana, kunci kesehatan ada dalam pikiran yang tenang. Tidak stres, tidak menyedihkan masa lalu, dan tidak mengkhawatirkan masa depan.
’’Tetap optimis, santai dan happy,’’ ujarnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz