JombangBanget.id – M Luqmanul Hakim Alwi, punya cerita panjang sebelum menjabat manajer Indonesia EPR (Education Partner Representatif) The Rasyiidu Center.
Dia sejak kuliah aktif di dunia pendidikan nonformal.
Terinspirasi dari kedua orang tua.
Alwi lahir di Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk 10 Februari 1992.
Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Imam Nahwori dengan Dewi Aliyatun Nafiah.
Masa kecil Alwi dihabiskan di Nganjuk.
Lulus SDN Getas 2, melanjutkan MTsN Tanjunganom (sekarang MTsN 2 Nganjuk).
Dia tamat MAN Nglawak (sekarang MAN 1 Nganjuk) 2009.
’’Hanya saat SD saja saya lama di Desa Getas. Mulai MTs sampai MA sudah mondok di Ponpes Riyadlotul Muttaqien Cemororejo, Tanjunganom,’’ kata lelaki yang akrab disapa Alwi ini.
Dia lantas melanjutkan ke IAINU (Institus Agama Islam Nahdlatul Ulama) Tuban. Selama ini, Alwi aktif di dunia pendidikan.
’’Orang tua saya basic-nya mengajar di ponpes. Sehingga ada semacam panggilan jiwa,’’ tutur pria yang kini tinggal di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.
Alwi memulai karir di dunia pendidikan sejak masih kuliah.
Dia bergabung di salah satu lembaga bimbingan belajar.
Tak disangka, setelah lulus dia tetap dipercaya untuk mengajar.
Bahkan kala itu, dipercaya menjabat kepala cabang.
’’Alhamdulillah waktu itu naik sampai general manajer di 34 cabang se-Indonesia, mulai Aceh sampai Bali,’’ tuturnya.
Pandemi Covid-19 membuat Alwi ikut merasakan imbasnya.
Pamor bimbel kala itu cenderung turun. Tak ada lagi pertemuan tatap muka. Beralih ke digital atau online.
Itu membuat Alwi juga ikut memutar otak. Dia mencari suasana baru, namun tetap di lingkup pendidikan.
’’Beralih ke bimbel berbasis digital atau online dan 2020 bertemulah Rasyiidu. Alhamdulillah waktu itu dipercaya menjadi manajer pemasaran,’’ ujarnya.
Sejak saat itu hingga sekarang, Alwi masih dipercaya The Rasyiidu Center.
’’Walaupun pendidikan nonformal, semua ini terinspirasi dari orang tua, semacam panggilan hidup,’’ tuturnya.
Alwi berasal dari keluarga berpendidikan. Ibunya merupakan penghafal Alquran. Ayahnya juga mengajar di ponpes.
’’Mertua saya juga guru PNS,’’ ucapnya.
Baca Juga: Ulin Yudhawati SSi MPd Sosok Wanita Asal Jombang yang Suka Belajar dan Berprestasi
Bedanya, dia tak ingin aktivitasnya terikat, berangkat kerja pagi, dan pulang sore hari.
’’Saya ingin rutinitas harian tidak menentu. Kadang berangkat siang atau malam, dan sering keluar kota untuk menambah relasi,’’ ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz