Oleh: Inamyza Nurziyana Putri*)
Jombangbanget.id - Di era teknologi zaman sekarang tidak luput dari media sosial terutama gen Z. Gen Z sendiri lahir tahun 1998-2012.
Adanya media sosial telah mempengaruhi kehidupan sosial dalam masyarakat.
Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan segala bentuk perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya.
Termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Perubahan sosial positif seperti kemudahan memperoleh dan menyampaikan informasi, memperoleh keuntungan secara sosial dan ekonomi.
Baca Juga: Kesenjangan Sosial dalam Perekonomian di Indonesia
Sedangkan perubahan sosial yang cenderung negatif seperti munculnya kelompok–kelompok sosial yang mengatasnamakan agama, suku dan pola perilaku tertentu yang terkadang menyimpang dari norma–norma yang ada.
Sosial media berguna dan sangat efisien dilakukan pada zaman sekarang. Tetapi masih banyak gen Z yang menyalahkan media sosial dengan tindakan yang buruk.
Misalnya dibuat untuk melakukan pembullyan.
Yang mengakibatkan banyak gen Z mengalami sakit mental.
Penggunaan media sosial pada generasi Z dapat memiliki beberapa dampak negatif yang signifikan pada kesehatan mental mereka.
Jika penggunakan media sosial tidak dibatasi akan menjadi dampak negatif. Seperti dapat mengganggu kesehatan mental.
Pakar media sosial ahli bedah umum Amerika Serikat (AS) Vivek Murthy MD MBA, merilis laporan tentang media sosial dan kesehatan mental anak muda pada 2023.
Menurutnya, ada banyak bukti bahwa media sosial menyebabkan kerusakan mental pada anak muda, dilansir laman Yale Medicine.
Masalah sosial media dengan gen Z meliputi gangguan kesehatan mental yang dapat disebabkan oleh penggunaan berlebihan media sosial.
Para gen Z yang terlalu bergantung pada media sosial dapat mengalami stres, penurunan kebahagiaan, dan deprivasi.
Serta gangguan berupa depresi yang dapat berdampak pada kehidupan mereka secara keseluruhan.
Contoh yang diberikan dalam artikel ’’Melindungi Anak Muda dari Bahaya Media Sosial’’ adalah tentang Rajat.
Seorang remaja yang mengalami depresi berat setelah terlalu bergantung pada media sosial dan tidak mendapat perhatian yang cukup dari orang tuanya.
Dampak negatif lainnya yang dapat timbul dari penggunaan media sosial oleh anak muda meliputi risiko terkena perilaku negatif seperti cyber bullying dan body shaming, gangguan tidur, sulit mempertahankan fokus, dan penurunan percaya diri.
*) Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Anggi Fridianto