Jombangbanget.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (11/6), Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan pentingnya menasihi dari hati.
’’Yang disampaikan dari hati akan masuk ke hati,’’ tuturnya.
Sahabat Tamim Addari radiyallahu anhu berkata, Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Agama adalah nasihat. Kami bertanya, ’’Untuk siapa?’’ Beliau menjawab, ’’Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.’’
Imam Ghozali mengatakan; Menyampaikan nasihat itu mudah. Yang sulit adalah membuat nasihat itu diterima. Karena orang yang memberi nasihat harus menjadi yang pertama melaksanakan isi nasihatnya.
Orang yang memberi nasihat namun dia sendiri tidak melaksanakan nasihatnya, maka masuk golongan yang dibenci oleh Allah SWT.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Assaf 2-3. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah SWT bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
Habib Muhammad lalu cerita KH Hamid Pasuruan. Suatu ketika ada orang datang minta agar Kiai Hamid menasihati anaknya yang oleh dokter dilarang makan garam.
Namun si anak tetap memakannya. Orang tuanya sudah menasihati bahkan melarangnya dengan keras, namun si anak tetap bandel.
Di luar dugaan, Kiai Hamid minta mereka kembali seminggu lagi. Seminggu kemudian mereka pun kembali sowan.
Kiai Hamid kemudian menasihati si anak; Jangan makan garam. Ternyata si anak benar-benar nurut. Karena penasaran, beberapa hari kemudian orang tuanya bertanya kepada Kiai Hamid, bagaimana si anak bisa nurut dengan nasihatnya? Kiai Hamid cerita, dia tidak makan garam seminggu.
Baru kemudian menasihati si anak jangan makan garam. Makanya nasihatnya diterima.
Habib Muhammad juga berpesan agar tidak meremehkan kebaikan kecil atau sepele. Suatu ketika, sahabat Tamim Addari membuat lampu untuk masjid Nabawi. Sehingga saat Isya tidak lagi gelap. Mengetahui hal itu, Nabi Muhammad SAW bersabda; Sebagaimana engkau menerangi masjidku, semoga Allah SWT menerangi dunia akhiratmu. Seandainya aku punya anak perempuan yang belum menikah, niscaya akan aku nikahkan denganmu.
Ternyata di situ ada lelaki tua yang mendengar perkataan Nabi. Lelaki itu menyahut; Nabi, biar Tamim Addari saya nikahkan dengan putriku.
Sahabat Tamim Addari sangat suka membaca Alquran. ’’Dia pernah mengkhatamkan Quran dalam satu rakaat,’’ terangnya. Dia meriwayatkan setidaknya 18 hadis Nabi Muhammad SAW. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto