Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Berbaik Sangka kepada Allah SWT

Rojiful Mamduh • Selasa, 11 Juni 2024 | 16:10 WIB

 

TELADAN: Ketua Umum MPPDU Rejoso Peterongan, KH Cholil Dahlan saat memberi sambutan English Day ke-17 SMP DU 1 Unggulan Jombang.
TELADAN: Ketua Umum MPPDU Rejoso Peterongan, KH Cholil Dahlan saat memberi sambutan English Day ke-17 SMP DU 1 Unggulan Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, Jombang, sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya berbaik sangka kepada Allah SWT.

’’Orang yang baik sangka kepada Allah SWT akan dermawan,’’ tuturnya.

Kiai Cholil lalu cerita kala Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menyampaikan hadis qudsi; Allah SWT berfirman, aku sesuai prasangka hambaKu kepadaKu.

Sahabat lalu bertanya; Bagaimana cara berbaik sangka kepada Allah SWT?

Nabi menjelaskan; Orang yang baik sangka kepada Allah SWT, yakin sedekahnya tidak akan membuat miskin.

Justru sedekah akan membuatnya kaya karena diganti oleh Allah SWT dengan berlipatganda.

Maka Allah SWT akan memenuhi prasangkanya dengan membuatnya kaya.

Serta mengganti sedekahnya hingga berlipat ganda. Bahkan ada satu sedekah yang diganti 700 kali lipat.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 261.

Sebaliknya, orang yang buruk sangka kepada Allah SWT akan pelit.

Dia berprasangka sedekah bakal membuat hartanya habis dan bangkrut.

Maka Allah SWT akan benar-benar membuat hartanya habis dan bangkrut.

’’Nasihatnya Abu Bakar Assiddiq radiyallahu anhu; Allah Yang Maha Perkasa mengajakmu menuju surga dan ampunan. Orang yang memenuhi ajakan Allah SWT, maka hilanglah kejelekannya dan dia mendapatkan semua kebaikan,’’ terangnya.

Orang yang berprasangka baik kepada Allah SWT, tentu akan percaya dan ikut ajakan Allah SWT.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Setiap hamba mempunyai dua rumah, satu rumah di surga dan satu rumah di neraka.

Orang mukmin membangun rumahnya di surga dan menghancurkan rumahnya di neraka.

Adapun orang kafir, menghancurkan rumahnya di surga dan membangunnya di neraka.

Nabi juga bersabda: Tidak akan masuk surga seorang pun, melainkan dia akan melihat tempat duduknya di neraka kalau dia berbuat jelek, agar bertambah syukur.

Dan tidak akan masuk neraka seorang pun, melainkan dia akan melihat tempat duduknya di dalam surga kalau dia berbuat baik, agar menjadi penyesalan padanya.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan mudah mengikuti ajakan Allah subhanahu wa ta’ala.

Nabi bersabda; Tidak ada hari-hari yang lebih Allah SWT sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama Dzulhijjah.

Satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan puasa satu tahun.

Satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Toriqoh, Hal Terasing di Enam Tempat

Puasa hari tarwiyah 8 Dzulhijjah akan menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah 9 Dzulhijjah menghapus doa setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Malam Idul Adha termasuk malam dimana semua doa dikabulkan.

Orang yang menghidupkan malam Idul Adha dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati saat semua hati mati.

Orang yang berkurban pada 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, maka untuk tiap bulunya akan mendapatkan pahala satu kebaikan.

Dan hewan kurban itu akan datang di hari kiamat untuk memberi pertolongan dan bersaksi dihadapan Allah SWT. (jif/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Berbaik sangka #PP Darul Ulum Rejoso #KH Cholil Dahlan #Allah SWT #Binrohtal #Jombang #Toriqoh