Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kotavibar Solusi Menulis Puisi dengan Mudah

Ainul Hafidz • Selasa, 23 Januari 2024 | 13:55 WIB

 

Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id

Oleh: Ahmad Yasin SPd MPdI

Pembelajaran bahasa Indonesia dalam kompetensi mengapresiasi sastra diajarkan dalam bentuk menulis puisi.

Suatu kegiatan dalam rangka mengapresiasi karya sastra dengan mengungkapkan ide dan gagasan melalui pikiran dan perasaan secara imajinatif oleh penyair.

Dilakukan dengan menyusun dan mengkonsentrasikan kekuatan bahasa melalui struktur batin dan fisik.

Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dalam kompetensi menulis puisi di sekolah, mengembangkan dan menggali kompetensi siswa dalam mengapresiasi sastra.

Serta melatih keterampilan menggali nilai-nilai sastra.

Secara spesifik, pembelajaran menulis puisi pada siswa sekolah, mengajarkan siswa untuk bermain kata-kata.

Memperkaya kosa kata yang indah. Menafsirkan dunia dengan cara yang khas dan imajinatif.

Pendapat tersebut menunjukkan, kompetensi menulis puisi sangat diperlukan bagi siswa.

Tetapi, pada kenyataan di lapangan, ditemukan banyak siswa yang mengalami kesulitan menulis puisi. Kesulitan-kesulitan tersebut:

1. Mereka mengalami kesulitan untuk menuangkan ide atau gagasannya.

2. Siswa kurang mampu dalam menguasai bahasa dan kosa kata dalam bentuk tulisan.

3. Siswa sulit merangkai kosa kata menjadi sebuah karangan.

4. Siswa ragu mengekspresikan idenya dalam bentuk karangan.

5. Siswa kurang minat dalam pembelajaran menulis puisi.

Intinya, kemampuan menulis puisi siswa masih mengalami kendala.

Apabila dibiarkan dapat berdampak pada keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Juga berdampak secara langsung pada hasil belajar peserta didik dalam mempelajari materi pembelajaran menulis puisi.

Perlu menciptakan metode, bagaimana siswa merasa mudah dalam menulis puisi.

Pada pembelajaran menulis puisi, salah satu unsur puisi yaitu adanya judul/ide atau tema puisi.

Tema pada puisi merupakan suatu gagasan utama yang diungkapkan penyair (penulis puisi).

Gagasan utama merupakan hal pertama yang harus ditemukan seseorang untuk menulis puisi.

Sebab, gagasan, ide atau tema merupakan pedoman siswa sebagai dasar menuliskan bait-bait puisi.

Permasalahan berikutnya, siswa kesulitan membuat kalimat imajinatif dan kalimat mengandung diksi.

Ini menunjukkan, kemampuan siswa dalam menulis puisi masih bermasalah.

Imajinasi merupakan bagian dari kreativitas seseorang.

Dalam pembelajaran menulis puisi, guru hendaknya mampu memberikan pembelajaran yang menuntun kreativitas.

Meningkatkan imajinasi siswa dalam pembelajaran menulis puisi dapat dilakukan dengan menghadapakan mereka pada hal-hal yang konkret, sehingga memudahkan siswa untuk berimajinasi.

Solusi untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menulis puisi.

Media yang digunakan untuk memperkaya kosa kata siswa adalah video dan gambar yang kita sebut Kotavibar.

Kotavibar merupakan akronim dari kosa kata vidio dan gambar.

Kosa kata ini yang kita kembangkan menjadi baris-baris puisi untuk memicu imajinasi siwa dalam menulis sebuah puisi secara cepat dan mudah.

Metode ini mengembangkan imajinsi siswa, mereka diajak mengamati,merangkai dan meresapi sebuah gambar atau video konkret yang kita sajikan.

Siswa selama ini mempunyai pandangan, menulis puisi itu sulit. Tapi kalau dipraktikkan dengan metode ini, menulis puisi itu mudah.

Khususnya pemilihan diksi, ada beberapa solusi yang dapat diterapkan oleh guru.

Solusinya, penggunaan variasi pembelajaran.

Variasi media pandang (visual), penggunaan media pandang dapat diartikan sebagai penggunaan alat dan bahan ajar khusus untuk komunikasi, berupa kosa-kata, Gambar bisa kita peroleh dari buku, majalah, juga internet.

Sedangkan video dapat diperoleh dari internet atau membuat video sendiri, berupa peristiwa atau film.

Ada beberapa tahap dalam mengembangkan menulis puisi. Mengamati, merangkai, dan meresapi.

1. Siswa mengamati sebuah gambar atau menyaksikan sebuah tayangan video.

Dari tampilan gambar dan video yang dilihat, siswa membuat daftar kosa-kata sebanyak-banyaknya.

Contoh:

Siswa melihat video atau gambar tentang Perang Palestina dan Israel.

Dari gambar dan video tersebut siswa menemukan kata-kata: Perang, biadab, kejam, zionis, darah, menangis, tergeletak, mayat, anak kecil, kehilangan, bom, menjerit, air mata, hancur, merdeka, dan lainnya.

2. Tahap merangkai merupakan tahap merangkai kosa-kata yang telah ditulis oleh siswa. Kata-kata disusun berdasarkan hubungan makna yang dapat menjadi sebuah kalimat puisi.

Contoh:

Dari kosa-kata tersebut dirangkai menjadi:

Biadab, kejam, mayat

Anak kecil, menangis, kehilangan

Bom zionis hancur, merdeka.

3. Tahap meresapi, siswa menyerap dengan citraan visual, pendengaran, pengecap, perasa dan perasaan sesuai dengan gambar dan video yang dilihat.

Pada tahap ini juga mempertimbangkan imbuhan, kata depan dan diksi dan majas sehingga menghasilkan baris puisi sesuai makna dan kesan yang diharapkan.

Contoh :

Biadab, kejam, mayat : Biadab kejam sosok syuhada’ terbujur

Anak kecil, menangis, kehilangan : Bayi menjerit kehilangan (tanpa bunda)

Bom zionis hancur : Bom kaum zionis (laknatulloh) memporak-
. porandakan.

Merdeka : Merdeka ..... aku ingin bebas ......

Puisi dikembangkan terus seperti itu sehingga menjadi bait-bait yang lebih banyak.

Berdasarkan kosa kata yang kita temukan dari gambar dan tayangan video.

Metode Kotavibar diharapkan dapat membantu siswa dalam membuat puisi secara mudah,

Sehingga siswa mudah mengembangkan imajinasi dalam mengembangkan kalimat dalam menyusun sebuah puisi dengan tahapan mengamati, merangkai dan meresapi dari tayangan gambar dan video.

Semoga bermanfaat.

 

Ahmad Yasin SPd MPdI

Lahir di Jombang 19 September 1970. Guru MTsN 9 Jombang mata Pelajaran Bahasa Indonesia sejak tahun 1996.

Mencoba mengeksplorasi karya puisi dengan teman-teman di Antologi Puisi 2021 Berpuisi Tanpa Batas.

Komunitas Kopi dan Diksi menjadi salah satu ajang terbaik mengeksplor kemampuan berimajinasi tanpa batas.

Garapan puisinya adalah Asuhanku, Jihad, Khusnudzon, Sujudlah dan Sedap Malam.

Salam Ekspresi tanpa batas.

Editor : Ainul Hafidz
#Sekolah #Puisi #Indonesia #sastra indonesia #sastra