Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Hilangnya Budaya Tradisional pada Generasi Milenial

Ainul Hafidz • Selasa, 19 Desember 2023 | 13:10 WIB
Photo
Photo

Budaya tradisional adalah warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi secara turun-temurun.

Budaya ini mencakup segala aspek kehidupan masyarakat, seperti bahasa, adat istiadat, seni, musik, tarian, dan banyak lagi.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, generasi milenial sering kali kehilangan keterikatan dengan budaya tradisional mereka.

Hal ini memiliki dampak negatif pada identitas mereka dan dapat menghilangkan kekayaan budaya yang unik.

Budaya merupakan warisan dari nenek moyang atau leluhur kita yang tidak ternilai harganya.

Negara Indonesia dijuluki negara kepulauan karena Indonesia memiliki ribuan pulau serta ragam bahasa, adat, suku, dan sebagainya yang beraneka ragam.

Keanekaragaman itu menjadi daya tarik tersendiri bagi negara Indonesia di mata bangsa lain dari beragam belahan dunia.

Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang tertarik untuk mempelajari budaya maupun bahasa Indonesia.

Budaya Indonesia dikenal sangat unik dan menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk melihat dan mempelajari keanekaragaman budaya kita.

Namun, semakin hari kebudayaan yang ada di Indonesia justru luntur ditelan zaman.

Semakin berkembangnya teknologi telah membuat budaya yang ada di Indonesia semakin banyak yang dilupakan dan ditinggalkan kalangan remaja.

Hal itu disebabkan karena teknologi sangat memengaruhi kehidupan, apalagi di era digital saat ini. Teknologi dapat dijadikan sebagai alat komunikasi jarak jauh.

Dengan adanya teknologi membuat manusia dapat melihat informasi di mana pun dan kapan pun ia berada.

Teknologi juga mempermudah orang saling berinteraksi dengan satu sama lain.

Tetapi, teknologi juga memiliki dampak negatif pada generasi milenial yang saat ini cenderung acuh terhadap sosial budaya di sekitarnya.

Bahkan, teknologi dapat mengubah kebudayaan dengan cepat. Contohnya ketika manusia harus saling berinteraksi dan saling membutuhkan antara satu individu dengan yang lainnya.

Namun, adanya teknologi membuat generasi milenial cenderung bersikap individualis. Hidup bergantung teknologi tanpa pernah bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Anak muda zaman sekarang lebih suka berdiam sendiri dalam ruangan tanpa bersosialisasi dengan masyarakat luar.

Kehadiran teknologi membuat generasi milenial meninggalkan nilai-nilai budaya dan agama serta nilai-nilai yang ditanamkan pada diri akan ikut hilang.

Dikarenakan mereka sekarang jarang melestarikan budaya Indonesia. Jarang sekali mau mengenal lebih dekat kebudayaan di daerahnya.

Hilangnya budaya tradisional pada generasi milenial adalah fenomena di mana banyak dari mereka cenderung kurang terlibat dan memiliki pemahaman yang lebih terbatas.

Tentang praktik, nilai, dan tradisi budaya yang telah ada selama bertahun-tahun.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hilangnya budaya tradisional pada generasi milenial. Salah satu faktor utamanya ialah globalisasi dan modernisasi.

Generasi milenial hidup dalam era teknologi yang canggih dan terhubung dengan dunia melalui internet.

Ini menyebabkan mereka terpapar dengan budaya global dan cenderung mengadopsi budaya yang lebih modern dan asing.

Selain itu, perubahan gaya hidup juga berkontribusi pada hilangnya budaya tradisional. Generasi milenial cenderung lebih fokus pada kenyamanan dan kesenangan pribadi.

Sehingga kurang tertarik untuk mempelajari dan mempraktikkan budaya tradisional.

Faktor lain termasuk urbanisasi, migrasi, dan perubahan nilai-nilai sosial yang lebih mengutamakan individualisme daripada kehidupan komunal.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hilangnya budaya tradisional pada generasi milenial.

Pertama, melalui pendidikan budaya. Memasukkan pendidikan budaya dalam kurikulum sekolah dapat membantu generasi milenial memahami nilai dan pentingnya budaya tradisional.

Ini bisa mencakup pembelajaran tentang sejarah, tradisi, dan bahasa lokal. Kedua, melalui festival budaya.

Mengadakan festival budaya lokal dan acara budaya tradisional dapat mengundang minat dan partisipasi generasi milenial.

Hal tersebut menjadi kesempatan bagi mereka terlibat langsung dalam upacara, tarian, musik, serta masakan tradisional.

Ketiga, melalui pelatihan dan workshop. Kegiatan pelatihan dan workshop tentang kerajinan tangan tradisional, seni, musik, dan tarian.

Dapat memungkinkan generasi milenial dapat mempraktikkan keterampilan tersebut dan menghargai warisan budaya.

Keempat, kolaborasi dengan seniman muda. Upaya ini dapat memantik kreatifitas mereka sehingga menciptakan karya yang terinspirasi oleh budaya tradisional.

Sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara tradisi dan tren modern.

Penggunaan serta pemanfaatan media sosial dapat digunakan sebagai media untuk mempromosikan berbagai aspek budaya tradisional dan menjangkau generasi milenial yang lebih terbiasa dengan platform ini.

Warisan lisan dapat mendorong para orang tua maupun tokoh masyarakat yang masih hidup untuk berbagi cerita dan pengetahuan terkait budaya tradisional kepada generasi muda.

Terdapat juga konservasi situs bersejarah untuk melindungi situs bersejarah serta warisan arkeologi guna mempertahankan hubungan dengan masa lalu.

Selanjutnya, dibutuhkan pula dukungan pemerintah yang dapat menunjang keuangan dan hukum untuk melestarikan budaya tradisional.

Upaya ini perlu disertai dengan pemahaman yang mendalam tentang apa yang paling berharga dalam budaya tradisional.

Lalu bagaimana mewariskannya kepada generasi milenial dengan cara yang menarik dan relevan bagi mereka

Budaya merupakan warisan berharga dari nenek moyang kita yang menjadikan Indonesia begitu kaya akan keragaman.

Namun, keragaman ini terancam oleh perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup yang memengaruhi generasi milenial.

Penting untuk mengambil tindakan yang konkret untuk menjaga dan memperkenalkan generasi muda terhadap budaya tradisional.

Ini melibatkan pendidikan, festival budaya, pelatihan, dan kerja sama dengan seniman muda, serta dukungan pemerintah.

Dengan upaya bersama, kita dapat mencegah hilangnya budaya tradisional dan mempertahankan warisan budaya kita untuk generasi mendatang.

Panduan yang baik untuk mempertahankan dan memperkenalkan budaya tradisional perlu lebih ditanamkan pada generasi milenial.

Namun, perubahan yang dimaksud perlu dimulai dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan menggabungkan upaya-upaya ini, kita dapat menjaga dan menghormati warisan budaya yang berharga ini.

Serta memastikan bahwa generasi milenial juga dapat merasakannya, memahaminya, dan melestarikannya untuk masa depan. (*)

 

Oleh: Yofi Nanda Purnomo *)

*) Mahasiswa Jurusan Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Ainul Hafidz
#Tradisional #milenial #budaya