Momentum Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di periode bulan September, menganjurkan masyarakat untuk kembali meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Sebab, kesehatan mulut tidak berdiri sendiri, tetapi dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Mengusung semangat ’Mulut yang Bahagia adalah Hidup yang Bahagia’, menjaga kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian penting untuk mendukung kualitas hidup.
Baca Juga: Kali Ngotok Ring Kanal Dipenuhi Eceng Gondok, Dinas PUPR Jombang Janji Turun Tangan
Terlebih bagi penderita diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT) yang perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan rongga mulut.
Gula darah tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko mulut kering, peradangan gusi, dan infeksi. Sebaliknya, masalah gusi juga dapat membuat pengendalian gula darah menjadi makin sulit.
Pada penderita hipertensi, beberapa obat dapat menyebabkan mulut kering atau perubahan jaringan gusi.
Karena itu, obat tekanan darah tidak boleh dihentikan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Kondisi gula darah dan tekanan darah juga penting diperhatikan sebelum menjalani tindakan gigi.
Baca Juga: 95 Desa Terkendala Lahan, Pemkab Jombang Tunggu Arahan Pusat
Gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi dan memperlambat penyembuhan setelah pencabutan gigi, sedangkan tekanan darah sangat tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Menjaga kesehatan gigi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, mulai dari menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam, membersihkan sela gigi setiap hari menggunakan dental floss atau benang gigi, membatasi makanan dan minuman manis, mengontrol gula darah serta tekanan darah, dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin minimal enam bulan sekali.
Karena mulut sehat membuat makan lebih nyaman, berbicara lebih percaya diri, dan menjalani aktivitas sehari-hari lebih menyenangkan. (*)
Penulis:
drg Sofia Dwi Nurmalitasari, Dokter Gigi Umum RSI Jombang
Editor : Ainul Hafidz