Bukan Cuma Jadi Sopir, Pengemudi Ambulans Desa Jombang Dilatih Tangani Keadaan Darurat

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:45 WIB
KOMPAK: RSUD Jombang menggelar pelatihan kedaruratan kepada sopir ambulans siaga desa. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
KOMPAK: RSUD Jombang menggelar pelatihan kedaruratan kepada sopir ambulans siaga desa. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – RSUD Jombang meningkatkan kemampuan pengemudi ambulans desa melalui pelatihan kegawatdaruratan, Rabu (2/9).

Guna mereka tidak hanya mengantar pasien, tetapi juga mampu memberikan pertolongan awal secara cepat dan aman.

’’Pelatihan kegawatdaruratan sangat penting bagi pengemudi ambulans desa agar mereka tidak hanya berfungsi sebagai sopir pengantar, tetapi juga mampu memberikan pertolongan awal yang cepat, tepat, dan aman,’’ kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran MKP.

Baca Juga: Muktamar NU di Jombang Sukses, Sekdakab Apresiasi Sinergi OPD

Pelatihan kegawatdaruratan sangat penting bagi pengemudi ambulans desa. Sebab, keberadaan mereka tidak hanya sebatas mengantarkan pasien menuju fasilitas kesehatan.

Dalam pelatihan tersebut, para pengemudi dibekali kemampuan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Salah satunya keterampilan melakukan resusitasi jantung paru (RJP) untuk menangani pasien yang mengalami henti jantung maupun kondisi kritis sebelum memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Peserta juga mendapat materi mengenai teknik evakuasi korban secara aman.

Baca Juga: Binrohtal: Mengapa Rabiul Awwal Jadi Istimewa? Ini Penjelasan KH Khairil Anam

Mulai dari cara mengangkat, memindahkan hingga mengevakuasi pasien dengan benar agar tidak memperparah kondisi atau cedera yang dialami, terutama pada kasus kecelakaan lalu lintas dan trauma.

Pemahaman mengenai standar operasional prosedur (SOP) pelayanan ambulans juga menjadi bagian penting dalam pelatihan.

Pengemudi diharapkan mengetahui prosedur yang harus dilakukan ketika membawa pasien dalam kondisi darurat selama perjalanan.

’’Pengemudi harus mampu merespons kondisi darurat dengan cepat dan tepat. Terlebih, wilayah pedesaan memiliki tantangan tersendiri, termasuk jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan yang terkadang cukup jauh,’’ jelasnya.

Kemampuan tersebut menjadi satu kesatuan dalam pelayanan ambulans desa.

Baca Juga: Binrohtal: Gandeng Nabi Muhammad Jadi Istimewa, KH Khairil Anam Ungkap Kisah Khalid bin Walid

Kecepatan membawa pasien ke fasilitas kesehatan harus diimbangi dengan kemampuan memberikan pertolongan awal dan menjaga keselamatan selama perjalanan.

’’Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para pengemudi semakin percaya diri, sigap dan terampil ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Sehingga pasien bisa mendapatkan pertolongan awal yang tepat sejak berada di ambulans,” ungkapnya. (ang/jif)

Editor : Ainul Hafidz
siaga desa ambulans RSUD Jombang sopir