26 Santri Tebuireng Jombang Terindikasi TB, Kemenkes Siapkan Obat Gratis

Achmad RW • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:32 WIB
Kemenkes RI menggelar skrining di Ponpes Tebuireng, Jombang menggunakan teknologi Portable X-Ray, Kamis (20/8). (Achmad RW/Radar Jombang)
Kemenkes RI menggelar skrining di Ponpes Tebuireng, Jombang menggunakan teknologi Portable X-Ray, Kamis (20/8). (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Sebanyak 26 santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang terindikasi tuberkulosis (TB) setelah mengikuti skrining Kementerian Kesehatan RI.

Mereka selanjutnya mendapat penanganan dan pengobatan gratis, setelah pemeriksaan yang menyasar 2.481 santri dan 197 guru menggunakan Portable X-Ray.

Skrining berlangsung di SMA A Wahid Hasyim PP Tebuireng selama tiga hari sejak Kamis (20/8).

Baca Juga: Tafsir Aktual: Al-Fatihah (13) KPK-NU

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat penemuan kasus TB.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penggunaan Portable X-Ray memudahkan pemeriksaan karena perangkat tersebut dapat dibawa ke berbagai lokasi, termasuk pesantren.

”Penyakit ini obatnya ada, kematiannya banyak karena skriningnya terlambat. Sebab harus pakai X-Ray dan PCR. Nah, sekarang dengan teknologi baru, X-Ray ini bisa kita bawa ke mana-mana,” ujarnya di lokasi, Kamis (20/8).

Budi menyebut TB masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kematian tinggi. Setiap tahun, kematian akibat TB di Indonesia diperkirakan mencapai 120 ribu hingga 140 ribu penderita.

Baca Juga: Dari Tambakberas Jombang, Khilma Anis Bawa Pesantren ke Panggung Nasional

Karena itu, Kemenkes terus memperluas skrining ke berbagai kelompok masyarakat.

Pesantren menjadi salah satu sasaran karena tingginya aktivitas dan interaksi warga di lingkungan tersebut.

Menurut Budi, deteksi lebih awal memungkinkan penderita segera mendapat pengobatan sekaligus mencegah penularan.

”Presiden Prabowo ingin TBC itu agar bisa tereliminasi dari Indonesia. Tadi sudah dicek, ditemukan 26 orang terindikasi TB. Kalau ketemu begini bisa diobati dan tidak menular,” katanya.

Pengasuh PP Tebuireng Ny Hj Lelly Lailliya mengapresiasi pelaksanaan skrining dan Cek Kesehatan Gratis oleh Kemenkes.

Menurut dia, temuan tersebut menjadi langkah awal agar santri yang terindikasi segera mendapat penanganan.

Baca Juga: Empat Warga Plosogeneng Jombang Jadi Korban Pengeroyokan, Satu Dioperasi

”Ya, kebetulan tadi ditemukan 26 siswa yang ada indikasi TBC. Untuk santri Tebuireng tidak perlu khawatir tertular. Karena nanti diberikan obat oleh Kemenkes RI secara gratis selama satu sampai tiga bulan,” ujarnya.

Santri yang terindikasi TB selanjutnya akan mendapat pengobatan gratis dari Kemenkes.

Skrining tersebut diharapkan membantu mempercepat deteksi dan penanganan TB di lingkungan pesantren. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Tebuireng Santri tb Jombang kemenkes