Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Turunkan AKI dan AKB, Dinkes Jombang Perkuat Pendampingan Ibu Hamil

Wenny Rosalina • Kamis, 14 Mei 2026 | 07:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Hexawan Tjahja Widada MKP. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Hexawan Tjahja Widada MKP. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mengoptimalkan Program Bunda Anak Impian (BUAIAN) sebagai upaya pendampingan ibu hamil risiko tinggi (risti) melalui kader Posyandu di tingkat desa.

’’Program BUAIAN menjadi salah satu strategi Dinkes untuk memastikan ibu hamil risiko tinggi mendapatkan pendampingan intensif sejak masa kehamilan hingga nifas,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Hexawan Tjahja Widada MKP.

Pendampingan ibu hamil risiko tinggi ini dilaksanakan oleh kader Posyandu. ’’Satu orang ibu hamil didampingi satu kader selama enam bulan,’’ ujarnya.

Dalam program tersebut, kader tidak hanya mendampingi pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Baca Juga: Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Jombang Genjot Program Pendampingan

Tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar turut mendukung kesehatan ibu dan bayi.

’’Kader memberikan informasi dan edukasi kepada ibu hamil, suami, keluarga dan lingkungannya untuk memeriksakan kehamilan dan bersalin di fasilitas kesehatan,’’ urainya.

Kader memiliki peran penting dalam mendeteksi persoalan yang dihadapi ibu hamil di lingkungan masyarakat. Selain karena dekat dengan warga, kader juga memahami kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

Pendampingan yang dilakukan kader meliputi dukungan pengetahuan, dukungan moral, bantuan pengambilan keputusan dalam keluarga hingga dukungan akses layanan kesehatan.

’’Kadang ibu hamil butuh dorongan untuk rutin kontrol, dukungan keluarga, bahkan bantuan pengambilan keputusan agar segera dirujuk ketika ada risiko,’’ tuturnya.

Untuk memperkuat kemampuan kader, Dinkes menggelar kegiatan peningkatan kapasitas yang bertujuan meningkatkan pengetahuan kader terkait masalah kesehatan ibu hamil risiko tinggi.

Sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi mereka saat melakukan pendampingan.

Sebanyak 115 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Terdiri dari 100 kader kesehatan, tiga peserta lintas program, dan dua narasumber.

Narasumber berasal dari dokter umum Puskesmas Mojowarno serta bidan dari Ikatan Bidan Indonesia.

’’Kami berharap, peningkatan kapasitas kader mampu memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keselamatan ibu dan bayi selama masa kehamilan hingga persalinan,’’ ungkapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#ibu dan bayi #AKB #Jombang #Dinkes Jombang #aki