Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Jombang Genjot Program Pendampingan

Wenny Rosalina • Kamis, 14 Mei 2026 | 07:14 WIB
3.	TELADAN: Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan, bersama pemateri peningkatan kapasitas kader pendamping ibu hamil risiko tinggi. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
3. TELADAN: Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan, bersama pemateri peningkatan kapasitas kader pendamping ibu hamil risiko tinggi. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang terus memperkuat upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui peningkatan kapasitas kader pendamping ibu hamil risiko tinggi (risti).

Kegiatan tersebut digelar di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Rabu (13/5).

’’Penurunan AKI menjadi salah satu target utama Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada MKP.

Menurunkan angka kematian ibu menjadi 70 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2030.

Baca Juga: Aturan Baru BOP 2026, Pengadaan Buku PAUD Minimal 5 Persen

Angka kematian ibu merupakan indikator penting yang digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

AKI dihitung dari jumlah kematian perempuan selama masa kehamilan, persalinan hingga masa nifas atau 42 hari setelah melahirkan akibat gangguan kehamilan dan penanganannya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, angka kematian ibu di Kabupaten Jombang tahun 2025 tercatat sebesar 74,7 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara angka kematian bayi berada di angka 5,45.

Meski capaian tersebut masih berada di bawah target nasional 2026, Dinkes menilai percepatan penurunan tetap perlu dilakukan.

’’Capaian tersebut menggambarkan diperlukan program yang mendukung percepatan penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Jombang,’’ terangnya.

Keberhasilan menjaga keselamatan ibu hamil tidak hanya bergantung pada layanan medis. Tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Karena itu, kader kesehatan yang dekat dengan masyarakat dinilai memiliki posisi strategis dalam mendampingi ibu hamil risiko tinggi.

’’Peran seseorang yang paling dekat dengan masyarakat dan memahami budaya sosial masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan melahirkan dengan selamat dan sehat,’’ tuturnya.

Dukungan yang diberikan kader kepada ibu hamil meliputi edukasi dan transfer pengetahuan, dukungan moral, bantuan pengambilan keputusan keluarga hingga memastikan ibu hamil memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Kiat Menjaga Hafalan

’’Dukungan itu mulai dari mengingatkan kontrol kehamilan, memberikan motivasi, mencarikan solusi sampai memastikan ibu hamil bersalin di fasilitas kesehatan,’’ jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinkes Jombang menjalankan Program Bunda Anak Impian (BUAIAN). Ini program pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh kader Posyandu.

Dalam program itu, satu ibu hamil didampingi satu kader selama enam bulan mulai masa kehamilan hingga nifas. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#ibu hamil #angka kematian #bayi #Jombang #Dinkes Jombang