Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Warga Peterongan Jombang Terjangkit Chikungunya, Gejala Mirip Demam Berdarah

Wenny Rosalina • Kamis, 2 April 2026 | 13:21 WIB

 

Oemdampingan kepada warga terpapar chikungunya oleh Puskesmas Peterongan, Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
Oemdampingan kepada warga terpapar chikungunya oleh Puskesmas Peterongan, Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

 

JombangBanget.id – Delapan warga Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang terkena chikungunya.

Antisipasi dilakukan mandiri melalui fogging. Saat ini delapan warga tersebut sudah dalam proses penyembuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menyampaikan kasus tersebut terjadi saat awal Ramadan, sebelum Lebaran. Berdasarkan laporan resmi, terdapat delapan warga yang terjangkit.

’’Memang benar ada kasus di Pajaran, tapi itu kejadiannya sudah awal Maret. Di laporan ada delapan kasus, dan sekarang semuanya sudah sembuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan penyebaran kasus serupa di wilayah lain di Jombang.

”Selain di Pajaran tidak ada, pokoknya tidak ada laporan lagi,” tegasnya.

Menurutnya, chikungunya disebabkan gigitan nyamuk yang berkembang di lingkungan kurang bersih. Karena itu, pencegahan utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.

”Penyebabnya sama, nyamuk. Jadi harus menjaga kebersihan, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta membuang barang yang bisa menampung air,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan perlindungan seperti kelambu maupun obat anti nyamuk, serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Dari data yang ada, pasien chikungunya didominasi usia dewasa, mulai kisaran 40 hingga 70 tahun.

Seluruh pasien menjalani perawatan secara mandiri di rumah dengan bantuan tenaga medis setempat.

”Rata-rata usia 40 sampai 70 tahun, dan semuanya dirawat di rumah dengan berobat ke dokter praktik,” tambahnya.

Hexawan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

”Cuaca sekarang kadang panas, kadang hujan. Ini membuat nyamuk mudah berkembang biak, jadi masyarakat harus tetap waspada,” katanya.

Ia menjelaskan, gejala chikungunya umumnya ditandai dengan demam, nyeri sendi, badan terasa linu, serta muncul ruam kemerahan pada kulit.

Gejalanya sekilas mirip demam berdarah, namun rasa nyeri sendi biasanya lebih dominan.

”Kalau ada gejala seperti demam, linu, ruam kemerahan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu drg. Raden Roro Siti Nur Hidajati Fil Lail kepala Puskesmas Peterongan membenarkan, jika delapan warganya terpapar chikungunya.

”Sudah kami lakukan Survelen Epidemologi (SE) oleh petugas puskesmas,” singkatnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#demam berdarah #Chikungunya #Jombang #Dinkes Jombang #Peterongan