Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dinkes Jombang Optimalkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Penurunan Kematian dan Stunting Terbukti

Ainul Hafidz • Jumat, 20 Februari 2026 | 08:18 WIB
SEPENUH HATI: Petugas Dinkes Jombang melakukan pelayanan kesehatan.
SEPENUH HATI: Petugas Dinkes Jombang melakukan pelayanan kesehatan.

JombangBanget.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang terus menggenjot peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Upaya tersebut berdampak pada penurunan sejumlah indikator kesehatan penting, termasuk Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sepanjang 2025.

Kepala Dinkes Jombang dr Hexawan Tjahja Widada, MKP, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari layanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rujukan.

Data Dinkes Jombang menunjukkan, angka kematian ibu turun dari 113,67 per 100.000 kelahiran hidup pada 2024 menjadi 74,71 per 100.000 kelahiran hidup pada 2025.

Sementara angka kematian bayi juga mengalami penurunan dari 8 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 5 per 1.000 kelahiran hidup pada periode yang sama.

Menurut Hexawan, capaian tersebut tidak lepas dari penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk melalui pelayanan antenatal care (ANC) terpadu, pendampingan ibu hamil berisiko tinggi, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di puskesmas.

”Kami melakukan pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas. Tujuannya memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan optimal dan melahirkan di fasilitas kesehatandengan sehat dan selamat,” ujarnya.

Selain itu, seluruh puskesmas di Kabupaten Jombang juga mendapatkan pendampingan dari tim dokter spesialis, termasuk spesialis obstetri dan pediatri, untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Upaya peningkatan pelayanan kesehatan juga didukung melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang bertujuan mendeteksi dini faktor risiko penyakit pada masyarakat.

Hingga akhir 2025, capaian program tersebut mencapai 94 persen.

Dari sisi jaminan pelayanan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jombang juga telah mencapai 95,87 persen.

Baca Juga: Ungkap Peran Sentral Kader Posyandu, Wabup Jombang: Mereka Garda Terdepan Berantas Stunting

Dengan capaian tersebut, sebagian besar masyarakat telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan melalui jaminan pembiayaan, termasuk bagi masyarakat kurang mampu.

”Melalui cakupan UHC, masyarakat cukup datang ke puskesmas dengan membawa KTP dan kartu BPJS aktif untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai prosedur,” jelasnya.

Peran posyandu juga terus diperkuat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Tercatat, 100 persen posyandu di Kabupaten Jombang aktif memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, usia sekolah dan remaja, dewasa hingga lansia.

Hexawan menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan guna memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas.

”Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh masyarakat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Jombang,” katanya.

Program Anting Berlian Turunkan Stunting

Upaya penanganan stunting di Kabupaten Jombang menunjukkan hasil signifikan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat angka stunting turun dari 4,46 persen pada 2024 menjadi 3,56 persen pada 2025, atau mengalami penurunan sebesar 0,9 persen.

Kepala Dinkes Jombang dr Hexawan Tjahja Widada MKP mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil intervensi berkelanjutan melalui berbagai program.

Salah satunya Anting Berlian (Aksi Nyata Pemkab Jombang Tangani Stunting Berkelanjutan).

Program tersebut memberikan layanan tata laksana stunting secara komprehensif, termasuk pemeriksaan dan penanganan langsung oleh dokter spesialis anak di rumah sakit maupun puskesmas.

Layanan ini diberikan secara cepat tanpa biaya dan tanpa antre bagi balita yang membutuhkan penanganan khusus.

”Sebanyak 1.943 balita stunting telah mendapatkan layanan tata laksana oleh dokter spesialis anak. Selain itu, kami juga memberikan makanan tambahan berupa susu kepada balita stunting dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis,” ujarnya.

Selain pelayanan medis, Dinkes Jombang juga memperkuat intervensi gizi melalui pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita, anak, serta ibu hamil.

Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan stunting yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan dasar di daerah.

Upaya tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Pemkab Jombang melalui Dinkes memperoleh penghargaan dan apresiasi dari kementerian atas inovasi dan komitmen dalam percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif, termasuk pemantauan tumbuh kembang balita, pendampingan ibu hamil, serta penguatan peran tenaga kesehatan dan kader di tingkat desa.

”Selain itu, layanan kesehatan ibu dan anak juga terus diperkuat melalui pemeriksaan rutin, pelayanan antenatal terpadu, serta pendampingan ibu hamil berisiko tinggi guna memastikan bayi lahir sehat dan terhindar dari risiko stunting,” tuturnya.

Keberhasilan penurunan stunting merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

”Kami akan terus memperkuat intervensi yang sudah berjalan, agar penurunan stunting di Kabupaten Jombang dapat berlangsung secara berkelanjutan,” katanya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #Bupati Jombang #kesehatan #ibu dan anak #salman #Warsubi #Jombang #pelayanan kesehatan #Dinkes Jombang #Stunting