JombangBanget.id – RSUD Kabupaten Jombang komitmen melahirkan inovasi guna mewujudkan pelayanan kesehatan paripurna.
Di bawah kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin Yazid, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam kurun waktu setahun terakhir, berbagai terobosan layanan diluncurkan.
Salah satunya PUSPITA (Pusat Pelayanan Administrasi Pasien Terpadu) yang dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan sistem administrasi rumah sakit yang cepat, tepat, transparan, serta tidak berbelit.
’’PUSPITA hadir sebagai wujud nyata komitmen RSUD Kabupaten Jombang dalam menyediakan layanan publik yang efisien, profesional, dan inklusif,’’ kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran MKP.
PUSPITA menjadi wujud komitmen dalam menghadirkan layanan publik yang efisien, profesional, serta inklusif.
Selain pembenahan sistem administrasi, RSUD Jombang juga fokus memperkuat layanan penyakit degeneratif, jantung, dan ginjal.
Pengembangan Stroke Center menjadi prioritas utama sebagai respons terhadap meningkatnya angka harapan hidup serta tingginya kasus penyakit degeneratif.
’’Kami tetap fokus pada Stroke Center karena usia harapan hidup mulai meningkat. Penyakit degeneratif yang paling sering adalah stroke, sehingga kita harus siapkan segala sesuatunya,’’ terangnya.
Penguatan layanan jantung turut dilakukan. RSUD Jombang kini memiliki tambahan dokter spesialis jantung bersertifikat pemasangan ring.
Dengan penambahan tenaga medis tersebut, pelayanan intervensi jantung dapat dilakukan lebih optimal sehingga mampu menangani volume pasien yang terus meningkat.
Baca Juga: Sudah Dijanjikan, Tambahan Gaji PPPK Paruh Waktu RSUD Jombang dan Puskesmas Belum Cair
’’Sekarang ada tambahan satu lagi, sehingga volume pasien yang banyak bisa kita layani dengan lebih baik,’’ tambahnya.
Di bidang layanan ginjal, RSUD Jombang juga tengah mengoptimalkan fasilitas hemodialisis (HD).
Tingginya kasus penyakit metabolik membuat antrean pasien cuci darah semakin banyak.
RSUD Jombang tengah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) dan sarana prasarana andal demi menjawab kebutuhan masyarakat.
’’Keselamatan dan kenyamanan pasien adalah prioritas. Kami bersama tim sudah melakukan telusur untuk persiapan optimalisasi fasilitas HD,’’ jelasnya.
Perkuat Layanan Bedah Syaraf dengan Metode Invasif
RSUD Kabupaten Jombang terus menghadirkan inovasi di bidang pelayanan kesehatan, khususnya dalam layanan bedah saraf.
Salah satu terobosan terbaru yakni penerapan metode minimal invasif atau neuroendovascular untuk penanganan kasus stroke dan gangguan sistem saraf.
Metode ini memungkinkan tindakan medis tanpa harus membuka tempurung kepala pasien seperti prosedur konvensional.
Tindakan dilakukan melalui sayatan kecil di area pembuluh darah sehingga risiko pembedahan dapat ditekan dan proses pemulihan pasien lebih cepat.
’’Dulu tindakan bedah saraf harus dilakukan secara invasif atau membuka tempurung kepala. Sekarang sudah bisa dilakukan dengan metode minimal invasif, hanya melalui sayatan kecil di area pembuluh darah,’’ kata Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang, dr Hendri Marzuki.
Inovasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan penanganan stroke. Stroke selama ini menjadi salah satu penyakit dengan angka kasus cukup tinggi.
RSUD Jombang juga menghadirkan pelayanan endovaskular laser treatment sebagai bagian dari pengembangan teknologi medis.
Layanan ini melengkapi fasilitas intervensi modern guna menunjang tindakan medis yang lebih presisi dan efektif.
Dukungan sarana dan prasarana turut diperkuat dengan hadirnya gedung baru CT Scan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus mempercepat alur pelayanan pasien, terutama dalam kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan pemeriksaan radiologi secara cepat dan tepat.
Berbagai inovasi tersebut menjadi wujud komitmen RSUD Jombang dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, serta berorientasi pada keselamatan pasien. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz