Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kasus HIV/AIDS di Jombang Meningkat, Segini Temuan Baru KDS JCC Sepanjang 2025

Anggi Fridianto • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:02 WIB
Ilustrasi HIV
Ilustrasi HIV

JombangBanget.id – Penyebaran kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang memprihatinkan.

Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Jombang Care Center (JCC) Plus mencatat, hingga Desember 2025 jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS mencapai ribuan kasus.

Ratusan kasus di antaranya merupakan kasus baru yang ditemukan sepanjang 2025.

”Hingga akhir Desember 2025 jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Jombang telah mencapai 2.169 orang,” terang , Fuad Abdillah.

Fuad menambahkan, dari jumlah tersebut, ratusan kasus merupakan kasus baru.

”Berdasarkan pendataan internal KDS, terdapat sekitar 251 kasus baru yang ditemukan sepanjang tahun 2025,” imbuh Fuad.

Fuad merinci mayoritas kasus baru didominasi kelompok dewasa, terdiri dari 174 laki-laki dan 71 perempuan.

Selain itu, terdapat 6 kasus pada kelompok usia anak dan remaja 0-18 tahun, yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

”Dari hasil skrining sepanjang Januari hingga Desember 2025, sejumlah kelompok masyarakat tercatat lebih banyak terjangkau layanan pemeriksaan,” ungkapnya.

Dijelaskan, ada beberapa katerogi dari jumlah kumulatif tersebut.

Misalnya, kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) menyumbang 23,6 persen dari total temuan, diikuti pelanggan pekerja seks sebesar 16,3 persen, serta warga pekerja seks (WPS) sebanyak 11,6 persen.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Jombang Masih Tinggi, Pemkab Berikan Makanan Tambahan Anak dengan Status ODHA

Meski demikian, Fuad menegaskan data tidak boleh dijadikan dasar memberi stigma pada kelompok tertentu.

Tingginya temuan justru menjadi indikasi akses layanan berjalan lebih optimal.

”HIV tidak mengenal latar belakang. Data ini harus dilihat sebagai upaya edukasi, bukan pelabelan. Stigma hanya akan membuat orang enggan memeriksakan diri,” tegasnya.

Berdasarkan kelompok usia, temuan kasus baru HIV paling banyak berada pada rentang usia produktif 25-49 tahun dengan total 170 kasus.

”Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi berdampak pada kualitas hidup, ekonomi, dan produktivitas masyarakat Jombang secara luas," pungkas Fuad. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #kasus #kasus HIV #hiv/aids #2025 #hiv #temuan baru #Jombang #Dinkes Jombang #aids