Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kasus DBD di Jombang Tinggi, 41 Pasien Jalani Perawatan Intensif

Anggi Fridianto • Kamis, 5 Februari 2026 | 11:28 WIB
Pasien DBD menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang.
Pasien DBD menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang.

JombangBanget.id – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) masih membayangi masyarakat Jombang.

Sepanjang Januari hingga awal Februari 2026, RSUD Jombang mencatat sebanyak 41 pasien harus menjalani perawatan intensif akibat serangan penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Mereka di didominasi anak dan remaja.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, menjelaskan berdasarkan rekapitulasi tim medis, jumlah pasien DBD di Jombang pada Januari 2026 tercatat sebanyak 38 orang.

Mayoritas pasien berasal dari kelompok usia anak dan remaja. Dari jumlah tersebut, 2 pasien berusia kurang dari satu tahun, 15 pasien di usia 1-9 tahun, dan 21 pasien lainnya berusia 10-17 tahun.

"Kasus DBD pada Januari cukup mendominasi dan sebagian besar dialami oleh kelompok usia anak-anak hingga remaja,” ucap dr Pudji Umbaran, Rabu (4/2).

Memasuki awal Februari, tren pasien memang menurun.

Hingga pekan pertama, RSUD hanya menerima tiga pasien, terdiri atas satu bayi di bawah satu tahun dan dua anak usia 1–9 tahun.

”Kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah potensi peningkatan kasus di kemudian hari.

”Upaya pencegahan tetap menjadi kunci utama. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk menekan risiko penularan," terangnya.

Baca Juga: Kasus DBD Merebak, Segini Catatan Dinkes Jombang Awal 2026

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit.

Hingga saat ini, tidak tercatat adanya korban meninggal dunia akibat DBD di wilayah tersebut selama periode pemantauan berlangsung.

”Apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami demam tinggi tanpa penyebab jelas, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan signifikan sepanjang Januari 2026.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 112 kasus DBD terjadi dalam rentang waktu 1 hingga 29 Januari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia akibat DBD di wilayah Jombang.

”Per tanggal 1 sampai 29 Januari tercatat 112 kasus DBD. Sejauh ini belum ada informasi kasus meninggal dunia karena DBD,” ujar dr Hexawan. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#demam berdarah #Pemkab Jombag #perawatan intensif #demam berdarah dengue #RSUD Jombang #Jombang #dbd #Dinkes Jombang #DB