Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kasus DBD Merebak, Segini Catatan Dinkes Jombang Awal 2026

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:02 WIB
DIRAWAT: Sejumlah pasien DBD dirawat di RSUD Jombang, (13/12).
DIRAWAT: Sejumlah pasien DBD dirawat di RSUD Jombang, (13/12).

JombangBanget.id – Awal 2026 diwarnai merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jombang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mencatat tren peningkatan signifikan sepanjang Januari.

Hingga pertengahan bulan, sudah ada 80 kasus DBD dan 32 kasus infeksi dengue fever (IDF) yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, mulai puskesmas, RSUD, hingga rumah sakit swasta.

Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, MKP, menegaskan lonjakan kasus ini erat kaitannya dengan musim penghujan.

Kondisi lingkungan yang lembap dan banyaknya genangan air mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti.

”Musim hujan seperti ini memang selalu diikuti peningkatan kasus DBD. Nyamuk Aedes aegypti sangat adaptif. Selama ada genangan air sekecil apa pun, itu bisa menjadi tempat berkembang biak,” ujarnya.

Ia mencontohkan, genangan air pada tutup botol yang tercecer di halaman rumah pun berpotensi menjadi sarang nyamuk. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Hexa kembali menegaskan, langkah paling efektif untuk menekan kasus DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Menurutnya, fogging bukan solusi utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak memutus siklus perkembangbiakan.

”Fogging itu bukan solusi utama. Yang paling efektif tetap PSN. Masyarakat harus ikut terlibat, jangan hanya menunggu petugas kesehatan. Kalau lingkungan bersih, rantai penularan bisa diputus,” tegasnya.

Selain itu, Dinkes Jombang juga memperkuat upaya edukasi pencegahan DBD melalui berbagai saluran, mulai sekolah, kantor desa, hingga media sosial milik pemerintah.

Baca Juga: RSUD Jombang Catat Lonjakan Pasien DBD, Anak-Anak Paling Rentan Terserang

Anak-anak sekolah menjadi salah satu sasaran utama karena termasuk kelompok rentan.

”Kami sudah menginstruksikan puskesmas untuk memperkuat edukasi. Anak-anak sekolah harus diedukasi sejak dini tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Ini penting karena banyak kasus DBD juga terjadi di lingkungan sekolah,” pungkasnya.(yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#demam berdarah #kasus dbd #awal 2026 #demam berdarah dengue #Januari #Jombang #dbd #Dinkes Jombang #rumah sakit