Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

PMK di Jombang Tembus 32 Kasus, Ini Sebaran Lokasinya

Azmy endiyana Zuhri • Minggu, 18 Januari 2026 | 09:13 WIB
TELATEN: Peternak memberi makan sapi di Kecamatan Megaluh, Jombang.
TELATEN: Peternak memberi makan sapi di Kecamatan Megaluh, Jombang.

JombangBanget.id – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Jombang menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun ini.

Hingga pertengahan Januari, puluhan ekor sapi dilaporkan terjangkit penyakit hewan yang menular tersebut.

Pemerintah daerah mempercepat langkah pengendalian melalui vaksinasi massal dan penguatan biosekuriti.

’’Total ada 32 kasus PMK. Paling banyak di Kecamatan Jogoroto. Meski meningkat, jumlah ini masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu,’’ kata Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh Azis Daryanto.

Kasus tersebut tersebar di 10 kecamatan. Sebaran kasus PMK tertinggi berada di Kecamatan Jogoroto dengan 15 kasus.

Disusul Kecamatan Jombang dan Perak masing-masing tiga kasus.

Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Bareng, Gudo, dan Sumobito masing-masing dua kasus.

Sementara Kecamatan Kudu, Mojowarno, dan Peterongan masing-masing satu kasus.

PMK diketahui sangat mudah menular dan menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Peningkatan kasus mulai terpantau sejak awal Januari seiring masuknya musim penghujan.

Menyikapi kondisi tersebut, Disnak Jombang langsung mempercepat program vaksinasi.

Baca Juga: Menko PMK Pratikno Sampaikan ini ke Santri Saat Ziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng

Vaksinasi massal mulai digelar di Kecamatan Wonosalam dengan memanfaatkan stok vaksin bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk KUD.

’’Hari ini (kemarin) vaksinasi kami mulai di Wonosalam. Ada sekitar 1.000 dosis yang akan digunakan sampai minggu depan. Prioritas sapi milik peternak di Desa Wonomerto dan Galengdowo,’’ jelasnya.

Pengawasan lalu lintas ternak dan sanitasi pasar hewan juga diperketat.

Disnak rutin melakukan penyemprotan desinfektan di pasar-pasar hewan setiap dua minggu sekali.

’’Penyemprotan dilakukan di Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung,’’ imbuhnya.

Munculnya kembali PMK dipicu beberapa faktor. Selain cuaca ekstrem dan kelembaban tinggi saat musim hujan, masih banyak ternak rentan seperti pedet yang belum divaksin.

Risiko juga meningkat akibat masuknya ternak dari luar daerah dengan riwayat vaksinasi yang tidak jelas.

Disnak Jombang mengimbau peternak agar meningkatkan kewaspadaan.

Peternak diminta segera melapor jika menemukan gejala PMK. Mengisolasi ternak sakit, mengikuti program vaksinasi, serta menerapkan biosekuriti ketat di kandang.

’’Kalau ditemukan gejala, segera lapor. Penanganan cepat sangat menentukan agar penularan tidak meluas,’’ tegasnya. (yan/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombag #Dinas Peternakan Jombang #vaksin #penyakit mulut dan kaki #sapi #sapi PMK #Jombang #pmk #Kasus PMK