Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sepanjang 2025, BPS Jombang Catat Angka Kesakitan Meningkat Hingga Segini

Wenny Rosalina • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:07 WIB
Ilustrasi angka kesakitan warga Jombang.
Ilustrasi angka kesakitan warga Jombang.

JombangBanget.id – Tingkat kesehatan masyarakat di Jombang dapat dilihat melalui indikator morbiditas atau angka kesakitan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan angka kesakitan sebagai persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baik akibat sakit fisik, gangguan mental, kecelakaan, maupun kondisi lain yang membuat seseorang tidak dapat bekerja, bersekolah, atau beraktivitas seperti biasa.

’’Pada 2025 angka kesakitan naik kembali menjadi 16,24 persen dari seluruh penduduk Kabupaten Jombang,’’ kata Kepala BPS Kabupaten Jombang, Abdus Salam, (16/12).

Semakin tinggi angka kesakitan di suatu wilayah, maka kondisi tersebut mengindikasikan derajat kesehatan masyarakat yang lebih rendah.

’’Jika banyak penduduk mengalami gangguan kesehatan, berarti tingkat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut belum baik,’’ ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), angka kesakitan di Kabupaten Jombang dalam enam tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif.

Tahun 2020 angka kesakitan Jombang menunjukkan angka 16,11 persen.

Tahun 2021 angkanya 16,09 persen. Pada 2022 naik menjadi 19,84 persen. 2023 berangsur turun menjadi 16,11 persen. 2024 makin turun menjadi 10,05 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, penduduk perempuan tercatat lebih banyak mengalami gangguan kesehatan dibanding laki-laki.

’’Dari 100 penduduk laki-laki, terdapat sekitar 15 orang yang mengalami sakit. Sedangkan pada perempuan, terdapat sekitar 17 orang dari setiap 100 penduduk yang mengalami gangguan kesehatan,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Produktivitas Turun Saat Pekerja Sakit, RSUD Jombang Ajak Perusahaan Lebih Peduli Kesehatan

Sementara itu, sepanjang Januari sampai Desember 2025, Dinas Kesehatan Jombang mencatat, ada enam penyakit terbanyak yang dikeluhkan masyarakat di 34 puskesmas.

Rinciannya, akut faringitis atau ISPA. Hipertensi atau darah tinggi. Myalgia atau nyeri otot. Peradangan saluran pernafasan, demam, dan diabetes.

’’Itu data dari 34 puskesmas,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada.

Masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut akan dilakukan upaya pencegahan dan penanganan. Utamanya agar penyakit tidak menular ke anggota keluarga yang lain.

’’Misalnya flu, kan sangat mudah menular, selain diberi obat diedukasi agar jangan sampai menular ke keluarga yang lain,’’ katanya.

Sementara untuk hipertensi, diabetes dan lain sebagainya atau darah tinggi dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi serta pemberian obat-obatan.

’’Kami lakukan pemeriksaan kesehatan gratis, konseling dan pemberian obat,’’ ucapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#kesakitan #BPS Jombang #Warga Jombang #2025 #warga sakit #warga #bps #Jombang #Dinkes Jombang #angka kesakitan