JombangBanget.id – Angka kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jombang tahun ini cukup tinggi.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 2.700 warga terjangkit TBC sepanjang 2025.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis tersebut.
Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan TBC umumnya menyerang paru-paru, namun bisa juga mengenai organ lain.
”Gejalanya meliputi batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, penurunan berat badan, serta mudah lelah,” ujarnya, Senin (17/11).
Penanganan dilakukan masif melalui kolaborasi dinkes, puskesmas, rumah sakit, dan kader TB.
Puskesmas serta rumah sakit bertugas memberikan pengobatan, sementara kader melakukan penelusuran langsung ke rumah warga yang teridentifikasi mengidap TB.
”Setiap ada satu pengidap TB, sepuluh orang di sekitarnya akan kami skrining juga. Sebab satu orang yang menderita TB bisa menularkan bakterinya melalui udara,” tambahnya.
Hexawan mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu.
Penularan TBC, kata dia, umumnya terjadi melalui kontak yang berlangsung lama.
”Orang yang kena TBC itu tidak tiba-tiba, tapi biasanya butuh kontak yang lama,” katanya.
Baca Juga: Ribuan Warga Jombang Positif TBC, Yuk Kenali Gejalanya
Meski angka temuan mencapai ribuan, jumlah tersebut belum memenuhi target nasional.
Kementerian Kesehatan menetapkan target penemuan 3.000 kasus TBC di Jombang tahun ini.
”Target penderita TB masih kurang terpenuhi, targetnya 3.000 kasus dan masih 2.700 yang ditemukan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz