JombangBanget.id – RSUD Jombang komitmen memfasilitasi pengobatan M Nur Sultan Husaini, 7, anak penderita jantung bawaan asal Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Jombang.
Pemkab Jombang melalui RSUD Jombang telah bersinergi dengan Pemdes Temuwulan untuk penanganan optimal.
Pertemuan koordinasi ini berlangsung di Balai Desa Temuwulan, Jumat (10/10).
Kegiatan tersebut dihadiri Kasubag Humas RSUD Jombang, dr Fery Dewanto MIKom.
Kepala Seksi Pelayanan RSUD Jombang, dr Sangidu, Kepala Desa Temuwulan, Totok Joko Purnomo.
Kepala Puskesmas Perak, Oisatin, serta jajaran Pemerintah Desa Temuwulan.
Dokter Fery menyampaikan, RSUD Jombang bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bupati Warsubi, yang pada Sabtu (27/9) meminta agar Sultan mendapatkan pengobatan terbaik.
’’Tim RSUD Jombang langsung meninjau kondisi Sulton pada Senin (29/9). Saat itu pasien kami bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Hasilnya menunjukkan adanya penyakit jantung bawaan dan indikasi stunting. Pemeriksaan kami lakukan dengan fasilitas yang dimiliki RSUD Jombang,’’ ungkapnya.
RSUD Jombang kemudian melakukan koordinasi dengan RS Siti Khodijah Sidoarjo pada Rabu (1/10), mengingat Sulton memiliki riwayat pengobatan di fasilitas kesehatan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan oleh dokter spesialis anak sub-jantung di RS Siti Khodijah, dilakukan pemeriksaan Ekokardiografi (EKO) dan didapatkan hasil single ventrikel.
Kemudian pasien mendapat terapi obat selama 30 hari serta dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.
’’Dari hasil pemeriksaan lanjutan di RSUD Dr Soetomo pada Jumat (3/10), Sultan akan menjalani tindakan kateterisasi jantung. Namun saat ini masih menunggu antrean tindakan dengan nomor urut 128,’’ jelasnya.
Sambil menunggu jadwal tindakan medis tersebut, RSUD Jombang tetap melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi Sultan.
Saat ini, Sultan sedang menjalani perawatan inap di RSUD Jombang akibat demam dan batuk.
Meskipun penyakitnya tergolong umum, namun karena Sultan memiliki kelainan jantung bawaan, segala gejala harus diwaspadai.
Kondisinya saat ini cukup stabil.
’’Kami berkomitmen bersama Pemerintah Desa Temuwulan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Sulton,’’ tegas dr Fery.
Sementara itu, Kasi Pelayanan RSUD Jombang, dr Sangidu, menjelaskan, kateterisasi diagnostik jantung merupakan prosedur medis invasif yang harus dilakukan oleh dokter spesialis di bidangnya.
’’Tahapan ini tidak bisa dilakukan sembarangan, karena ada banyak syarat yang harus dipenuhi,’’ terangnya.
Mulai dari kondisi anak, status gizi, hingga kesiapan medis secara keseluruhan.
Tindakan terhadap Sultan akan dilakukan berdasarkan hasil temuan dari tim ahli RSUD Dr Soetomo.
’’Keputusan kapan tindakan dilakukan sepenuhnya menjadi kewenangan tim ahli dari RSUD Dr Soetomo,’’ ungkapnya.
RSUD Jombang berkomitmen untuk mendampingi dan mengantarkan Sulton dalam setiap proses kontrol.
’’Baik di RS Siti Khodijah maupun RSUD Dr Soetomo,’’ ucapnya.
RSUD Jombang akan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk keluarga pasien, Pemerintah Desa Temuwulan, dan Puskesmas Perak.
’’Untuk setiap perkembangan kondisi Sulton, kami akan selalu berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Perak, Ibu Oisatin,’’ ujarnya.
Terpisah, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran MKP, mengatakan, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada Sultan.
’’Sesuai arahan abah bupati, kita akan memberikan penanganan secara optimal hingga pasien sembuh,’’ tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Temuwulan, Totok Joko Purnomo, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan koordinasi terbuka dari RSUD Jombang.
’’Dengan adanya dialog seperti ini, saya berharap tidak terjadi lagi kesalahpahaman seperti sebelumnya. Terima kasih atas penjelasan dan tindakan nyata dari RSUD Jombang. Alhamdulillah, hari ini semua sudah jelas, tidak ada miskomunikasi antara pihak desa, puskesmas, dan RSUD,’’ tuturnya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz