Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Keselamatan di Balik Sinar-X, Pentingnya Proteksi Radiasi untuk Pasien Radiologi Diagnostik

Ainul Hafidz • Kamis, 26 Juni 2025 | 21:15 WIB

 

Bravo Mayfell, mahasiswa D-IV Teknologi Radiologi Pencitraan Universitas Airlangga.
Bravo Mayfell, mahasiswa D-IV Teknologi Radiologi Pencitraan Universitas Airlangga.

PEMERIKSAAN radiologi seperti rontgen dan CT-Scan kini menjadi bagian penting dalam diagnosis penyakit.

Namun, banyak pasien khawatir tentang risiko paparan radiasi.

Artikel ini akan membantu Anda memahami bagaimana proteksi radiasi diterapkan di fasilitas kesehatan, sehingga Anda bisa menjalani pemeriksaan dengan aman dan tenang.

Mengapa proteksi radiasi penting untuk pasien?

Setiap tahunnya, jutaan orang di Indonesia menjalani pemeriksaan radiologi menggunakan sinar-X.

Data BAPETEN menunjukkan sekitar 116,6 juta orang terpapar radiasi untuk kebutuhan medis.

Meskipun pemeriksaan radiologi konvensional mendominasi, CT-Scan memiliki dosis radiasi lebih tinggi dan potensi risiko yang lebih besar bila tidak dikelola.

Paparan radiasi berlebihan dapat merusak jaringan dan meningkatkan risiko kanker.

Oleh karena itu, prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable) diterapkan untuk meminimalkan dosis tanpa mengurangi kualitas hasil (ICRP, 2023).

Selain ALARA, proteksi radiasi berlandaskan prinsip JLO: Justifikasi, Limitasi, dan Optimisasi.

Justifikasi memastikan setiap pemeriksaan radiologi dilakukan hanya jika benar-benar diperlukan dan memberikan manfaat lebih besar daripada risikonya.

Baca Juga: Proteksi Radiasi Gonad: Mengapa Ini Krusial Bagi Kesehatan Pasien Radiologi Diagnostik?

Limitasi mengatur agar dosis radiasi yang diterima pasien tidak melebihi batas aman.

Sedangkan optimisasi berfokus pada penggunaan dosis serendah mungkin untuk mendapatkan hasil diagnostik yang optimal (ICRP, 2023).

Apa yang dilakukan fasilitas kesehatan untuk melindungi anda?

Fasilitas kesehatan dan tenaga medis memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi pasien dari paparan radiasi berlebih.

Berikut beberapa langkah proteksi radiasi yang biasanya diterapkan:

Peran anda sebagai pasien

Selain fasilitas kesehatan dan tenaga medis, Anda juga memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan selama pemeriksaan radiologi:

Proteksi radiasi adalah langkah krusial di semua fasilitas radiologi.

Dengan memahami dan mengikuti prosedur yang ada, Anda dapat menjalani pemeriksaan rontgen atau CT-Scan dengan aman dan nyaman.

Jangan biarkan kekhawatiran menghalangi Anda mendapatkan diagnosis yang tepat dan cepat.

Keselamatan Anda adalah prioritas utama di balik setiap pemanfaatan sinar-X. (*)

Dosen pengampu:

Weni Purwanti, S.Si., M.Si

Penulis:

Bravo Mayfell

Mahasiswa D-IV Teknologi Radiologi Pencitraan Universitas Airlangga

Referensi

Arifin, Z. (2024). Dosis Efektif Kolektif dari Penggunaan Radiasi untuk Medis di Indonesia: Studi Data Si-INTAN Periode 2018-2021. JUPETEN - Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir, 4(1), 44–5.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). (2020). Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020 tentang Persyaratan Keselamatan Radiasi dan Proteksi Radiasi. Jakarta: BAPETEN.

International Commission on Radiological Protection (ICRP). (2023). Radiological Protection in Diagnostic Radiology. ICRP Publication 135.

Wahyuni, S., Nugroho, A., & Santoso, B. (2024). Pentingnya Edukasi Proteksi Radiasi di Lingkungan Radiologi Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Radiasi, 12(1), 45-53.

Editor : Ainul Hafidz
#opini #radiasi #Universitas Airangga #sinar X #unair #pasien #Diagnostik #Mahasiswa #Surabaya #ct scan #Radiologi #Jombang