ANGKA kecelakaan lalu lintas yang tinggi diikuti dengan jumlah korban yang banyak membutuhkan akses pertolongan yang cepat dan tepat.
Tidak dapat dipungkiri bahwa membutuhkan waktu agar petugas medis dapat sampai di lokasi kecelakaan lalu lintas.
Sebagai masyarakat awam, tidak jarang ada perasaan untuk ingin segera menolong dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Teknik menolong korban kecelakaan lalu lintas yang tidak tepat dapat semakin membahayakan korban.
Masyarakat awam dapat memberikan peran penting dalam menekan angka morbiditas dan mortalitas pada korban kecelakaan lalu lintas jika dibekali pengetahuan yang cukup.
Evakuasi pada korban trauma akibat kecelakaan lalu lintas membutuhkan teknik khusus agar tidak memperberat cedera pada korban.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat awam:
- Cek kesadaran korban dengan dipanggil, ditepuk pada tubuh korban, atau memberikan rangsangan nyeri dengan menekan dada tengah korban menggunakan tangan penolong.
- Apabila korban tampak kesulitan bernapas, longgarkan pakaian atau benda-benda yang mengikat pada tubuh korban.
- Miringkan badan korban agar tidak tersedak, jika korban muntah atau ada cairan di dalam mulut,
- Dalam kondisi korban terjepit, jangan memaksa untuk menarik korban.
- Berhati-hati saat melepas helm korban. Pelepasan helm memerlukan dua orang penolong, satu orang untuk melakukan fiksasi pada leher dan bahu pasien, sedangkan penolong yang lain melepaskan helm korban.
- Hentikan perdarahan dengan menekan sumber perdarahan menggunakan kain.
- Lakukan pijat jantung saat korban tidak sadar, tidak bernapas dan tidak ada denyut nadi. Apabila terdapat akses Automated External Defibrillator (AED), segera pasang pada korban untuk membantu penanganan henti jantung dan henti napas.
Peran masyarakat awam dalam membantu pertolongan pertama yang tepat dan cepat pada korban kecelakaan akan membantu menekan angka morbiditas dan mortalitas.
Fasilitas kesehatan juga memberikan peran penting sebagai bentuk tindak lanjut peran masyarakat dalam melakukan pertolongan.
Kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan 24 jam.
Baca Juga: Korban Penyerangan Gangster Belum Sadar, Direktur RSUD Jombang Beri Penjelasan Begini
terutama pada kasus kegawatdaruratan trauma akan membantu korban-korban kecelakaan lalu lintas untuk mendapatkan pelayanan dan penanganan lebih baik. (*)
Penulis:
dr Yohanes Ary Prayoga MMB
Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Kristen Mojowarno (RSKM) dan Konsultan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang
Editor : Ainul Hafidz