JombangBanget.id – Kemampuan Dr dr Ma'murotus Sa'diyah dalam mengelola RSUD Jombang tak diragukan.
Berbagai terobosan mampu diterapkan hingga mengharumkan nama Jombang.
Tak heran, Mabes TNI AL menghadirkannya sebagai narasumber, di Hotel Aston Kartika Jakarta, Selasa (18/2).
Ia dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) PNBP Yankes dan BLU TNI AD oleh Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD).
Ning Eyik, dipercaya menjadi narasumber dengan materi tentang peningkatan mutu, operasional, dan manajemen rumah sakit yang baik.
Kehadirannya dalam forum bergengsi ini bukan tanpa alasan.
Di bawah kepemimpinannya, RSUD Jombang telah mengalami banyak kemajuan, baik dari sisi pelayanan medis, manajemen rumah sakit, hingga peningkatan kepuasan pasien.
Berbagai inovasi yang diterapkan menjadikan rumah sakit ini sebagai salah satu model pengelolaan rumah sakit yang efektif dan efisien di Indonesia.
Forum berlangsung dinamis. Para peserta menyimak paparan dari direktur yang akrab disapa Dokter Eyik ini.
Dalam paparannya di hadapan para direktur rumah sakit dan kepala kesehatan di bawah TNI AD dari seluruh Indonesia, dr Ma'murotus menekankan pentingnya tata kelola yang baik untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Ia memaparkan bagaimana RSUD Jombang berhasil mengembangkan sistem pelayanan yang lebih responsif, transparan, serta berbasis kebutuhan pasien.
’’Kunci utama dalam meningkatkan mutu layanan rumah sakit adalah dengan membangun sistem yang efisien, memanfaatkan teknologi, serta memperkuat sumber daya manusia. Selain itu, rumah sakit harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,’’ ujar dokter Eyik.
Kesuksesan RSUD Jombang dalam menerapkan manajemen yang baik membuatnya dijadikan salah satu rujukan nasional.
Beberapa program unggulan rumah sakit ini, seperti sistem rujukan cepat, digitalisasi layanan, serta pengelolaan tenaga medis yang optimal, menjadi inspirasi bagi banyak rumah sakit di Indonesia, termasuk di lingkungan TNI AD. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz