Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kasus DBD Kembali Meningkat, 31 Warga Jombang Dirawat di Empat Rumah Sakit

Wenny Rosalina • Jumat, 14 Februari 2025 | 16:24 WIB
Ilustrasi DBD.
Ilustrasi DBD.

JombangBanget.id – Angka demam berdarah dengue (DBD) atau infeksi virus dengue (IVD) di Kabupaten Jombang masih tinggi.

Ada 31 pasien yang kini dirawat di empat rumah sakit.

Lima pasien anak yang dirawat di RSUD Jombang masih mendapatkan pemantauan di ruang perawatan intensif anak (PICU).

’’Data yang masuk ke kami, saat ini ada delapan pasien IVD,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada.

Rinciannya, dua dirawat di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (PMC), empat di Rumah Sakit NU, dan dua lainnya di Rumah Sakit Islam.

’’Delapan itu pasien infeksi virus dengue (IVD), DBD tapi belum ada infeksi lain-lainnya, masih lebih ringan,’’ jelasnya.

Direktur Baru RSUD Jombang, dr Ma'murotus Sa'diyah, mengatakan, hingga 13 Februari ada 62 pasien DBD yang dirawat di RSUD Jombang.

Sebanyak 39 pasien sudah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Sementara yang masih dirawat ada 23 pasien. Rinciannya, 14 pasien anak, dan sembilan pasien dewasa.

Lima pasien anak masih dirawat di PICU dan kondisinya mulai membaik.

Sementara dari sembilan pasien dewasa, dua pasien masih dalam kondisi lemah. Sementara yang lain sudah mulai membaik.

Baca Juga: Siswa di Jombang Meninggal Dunia Karena DBD, Sekolahnya Segera Difogging

’’Empat pasien DBD dewasa sudah direncanakan pulang dari rumah sakit karena sudah membaik,’’ jelasnya.

Dokter Hexa, menambahkan, sepanjang 2025, tidak ada pasien yang meninggal karena DBD.

’’Saya belum dapat laporan pasien yang meninggal karena DBD sepanjang 2025 ini, semoga saja tidak ada,’’ ungkapnya.

Tren DBD mulai naik lagi sejak Januari lalu.

Ia meminta masyarakat untuk melakukan pencegahan dimulai dari rumah masing-masing, seperti melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), hingga fogging di desa-desa.

’’Kami terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan PSN, baik di sekolah-sekolah, di rumah juga,’’ jelasnya.

Masyarakat yang mendapati anak demam juga harus waspada. Jika demam naik turun lebih dari tiga hari, maka harus segera periksa laboratorium.

Jika dinyatakan positif DBD namun trombosit masih diatas 100.000, maka masih bisa dirawat di puskesmas.

Namun jika kurang dari angka normal, maka biasanya puskesmas akan melakukan rujukan untuk dirawat di ruamh sakit.

’’Kalau lebih dari tiga hari anak sudah tidak demam, tapi belum mau makan, langsung dicek laboratorium saja,’’ sarannya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#meningkat #kasus #Dinkes #warga #dirawat #Jombang #dbd #rumah sakit