JombangBanget.id - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang masih tinggi.
Sepanjang 2024, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencatat ada 408 kasus HIV/AIDS baru.
Dengan rincian, 297 kasus HIV dan 111 kasus AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada menyampaikan, total ada 408 kasus HIV/AIDS baru di 2024.
”Jadi data itu diambil dari Sistem Informasi HIV AIDS milik Kemenkes per 15 Desember,’’ ujar dia.
Secara rinci, pria berkaca mata ini belum bisa menjelaskan usia berapa warga yang terjangkit HIV/AIDS tersebut.
”Itu kasus baru yang terjadi di Kabupaten Jombang, mohon maaf tidak bisa menyampaikan usia berapa saja, khawatir dampak yang terjadi di Masyarakat," tambahnya.
Menurutnya, penularan HIV/AIDS mayoritas terjadi melalui hubungan seksual berisiko.
Seperti memiliki pasangan seksual lebih dari satu atau juga karena LSL (lelaki seks dengan lelaki) hingga WPS (wanita pekerja seksual).
Namun, beberapa kasus HIV/AIDS yang diderita anak di bawah umur, biasanya tertular dari kedua orang tuanya.
’’HIV belum tentu AIDS. Sedangkan, AIDS adalah HIV stadium 3 dan 4,’’ tambahnya.
Ia menambahkan, pasien HIV/AIDS mendapatkan penanganan berupa pengobatan, baik di rumah sakit maupun puskesmas.
Pasien juga mendapatkan pendampingan dari kelompok peduli AIDS atau kelompok sebaya yang diberikan secara gratis.
Sebagai upaya pencegahan, sosialisasi mengenai HIV/AIDS terus gencar dilakukan, utamanya untuk anak-anak sekolah.
Sosialisasi juga dilakukan di desa-desa melalui puskesmas. Utamanya agar menghindari seks bebas baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis.
”Skrining HIV/AIDS juga dilakukan pada penderita TBC, juga pada ibu hamil. Sedangkan untuk anak dari ibu ODHA (orang dengan HIV/AIDS) kita berikan makanan tambahan dan susu,’’ pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz