Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Krisis ISPA pada Anak di Indonesia: Langkah Preventif Tenaga Kesehatan

Ainul Hafidz • Jumat, 20 Desember 2024 | 14:12 WIB
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id

Indonesia sebagai negara berkembang, menghadapi masalah kesehatan serius, terutama pada anak-anak.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu masalah utama yang terus meningkat.

ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, dan lebih berisiko pada anak-anak dengan sistem imun lemah.

Dokter spesialis anak, dr Handoko Lowis, mengatakan bahwa 90% anak di Indonesia pernah mengalami ISPA.

Apakah yang menjadi penyebab kasus ISPA di Indonesia bisa meningkat?

Penyebab utama meningkatnya kasus ISPA adalah polusi udara.

Indonesia memiliki kualitas udara buruk akibat perubahan suhu ekstrem dan banyaknya kendaraan bermotor.

Gas berbahaya dari kendaraan seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida memperburuk polusi.

Selain itu, pembuangan limbah pabrik yang tidak terkelola turut memperburuk kondisi ini.

Anak-anak yang terpapar polusi udara rentan terhadap gangguan pernapasan.

Dalam menghadapi krisis kesehatan ini, tenaga kesehatan memiliki peran yang esensial.

Baca Juga: Ketua Himpaudi Jombang Ini Bertekad Tanamkan Pendidikan Karakter ke Anak Sejak Usia Dini

Pertama, melakukan deteksi dini terhadap gejala ISPA pada anak-anak.

Deteksi dini memungkinkan untuk melakukan penanganan lebih cepat dan mencegah komplikasi serius.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan penunjang.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab ISPA, apakah disebabkan virus atau bakteri.

Kedua, pemberian obat yang tepat.

Obat penurun demam, antibiotik, atau obat batuk diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Pengobatan yang tepat dan terkontrol dapat mempercepat proses penyembuhan dan mencegah gejala yang lebih parah.

Selain itu, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada orang tua.

Mereka perlu diberi pengetahuan tentang cara mencegah ISPA, seperti menjaga kebersihan rumah secara rutin, cuci tangan secara teratur, dan melindungi anak dari paparan polusi udara.

Dengan adanya edukasi diharapkan dapat mengurangi angka kasus ISPA pada anak.

Pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat harus bekerjasama mengatasi masalah ini.

Peningkatan kesadaran tentang kualitas udara dan kebersihan lingkungan sangat penting.

Pemerintah perlu mengatur kendaraan bermotor dan memastikan pabrik mengelola limbah dengan bijak.

Upaya pencegahan lainnya, seperti penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan.

Dengan peran tenaga kesehatan dapat membantu mengurangi dampak buruk ISPA pada anak-anak di Indonesia.

Langkah preventif yang diambil sekarang sangat penting untuk mencegah krisis kesehatan yang lebih besar di masa depan.

Penulis:

Michika Putri Kotanaga

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

 

Editor : Ainul Hafidz
#opini #kesehatan #pabrik #Indonesia #infeksi saluran pernafasan akut #Jombang #krisis #ispa #Anak