Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kasus Stunting di Jombang Meningkat, Berikut Jumlah Kasus Baru Tiap Kecamatan

Wenny Rosalina • Jumat, 8 November 2024 | 15:01 WIB
Ilustrasi stunting
Ilustrasi stunting

JombangBanget.id – Pekerjaan rumah Pemkab Jombang untuk mengatasi kasus stunting belum tuntas.

Hingga saat ini, sebanyak 3.633 balita dari total sekitar 73.000 balita di Kabupaten masuk kategori stunting.

Data tersebut disampaikan DPPKB-PPPA Jombang dalam kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahap II di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Rabu (6/11).

”Sebanyak 3.633 balita tersebut mulai kasus lama dan kasus baru, antara data Februari-Agustus,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Jombang dr Pudji Umbaran.

Kasus stunting meningkat di beberapa kecamatan.

Seperti di Kecamatan Bandarkedungmulyo, kasus lama 32, kasus baru 68.

Kecamatan Diwek, kasus lama 135 ditambah kasus baru 192.

Kecamatan Jogoroto kasus lama 43 dan kasus baru 63.

Kecamatan Jombang kasus lama 96, kasus baru 195.

Kecamatan Mojowarno kasus lama 80, kasus baru 113.

Kecamatan Ngoro kasus lama 83, kasus baru 105.

Baca Juga: Percepat Penurunan Stunting, Puskesmas Mojowarno Jombang Gelar Workshop SITI ASIK

Kecamatan Sumobito kasus lama 113, kasus baru 168.

Dan Kecamatan Tembelang kasus lama 53, kasus baru 144.

Kecamatan yang angka kasus stunting paling sedikit adalah Kecamatan Ngusikan, kasus lama tercatat hanya 19, dan kasus baru hanya 7.

”1.788 tercatat sebagai kasus lama, dan 1.845 merupakan kasus baru,” bebernya.

Balita dinyatakan lolos stunting jika tinggi dan berat badan timbangan sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sesuai usianya.

Pudji mengatakan, pihaknya tidak hanya akan mengatasi kasus stunting, tapi juga mencegah terjadinya kasus baru.

Pencegahan kasus stunting diberikan kepada calon pengantin, pengantin yang belum hamil, ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis) dan yang mengalami anemia.

”Siapa yang melakukan pencegahan, yaitu kami lakukan secara konvergensi dalam pentahelix,” pungkasnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#lama #kasus #kecamatan #Pemkab #Jombang #Baru #jumlah #balita #Stunting