Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dinkes Jombang Andalkan Program Ini untuk Percepat Turunkan Angka Stunting

Anggi Fridianto • Senin, 21 Oktober 2024 | 14:28 WIB

 

KOMPAK: Pj Bupati Jombang saat memantau kegiatan Besut buka gerbang emas bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada MKP, September lalu.
KOMPAK: Pj Bupati Jombang saat memantau kegiatan Besut buka gerbang emas bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada MKP, September lalu.

JombangBanget.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang terus berinovasi untuk menekan angka stunting di Kabupaten Jombang.

Selain meluncurkan inovasi fast track yang bekerja sama dengan RSUD Jombang, kini Dinkes Jombang juga meluncurkan inovasi Besut Buka Gerbang Emas (Berantas Stunting dengan Gerakan Jombang Eliminasi Masalah Stunting).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Hexawan Tjahja Widada MKP menjelaskan, dinkes bersama RSUD Jombang pada awalnya telah meluncurkan inovasi fast track.

”Di mana balita stunting yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tata laksana stunting oleh dokter spesialis anak tanpa antri dan tanpa biaya serta balita diantarkan oleh pemerintahan desa atau puskesmas ke rumah sakit,’’ ujar dia.

Program tersebut, mulai berjalan sejak 8 Agustus 2024 dengan capaian sejumlah 314 balita stunting memanfaatkan layanan ini.

”Dalam perjalanannya ditemukan kendala dalam program “fast track” ini, seperti masih banyak balita stunting yang merasa jauh dan terkendala transportasi jika harus dirujuk ke rumah sakit,” jelas dia.

Dari kendala itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang melakukan upaya perbaikan melalui program inovasi Besut Buka Gerbang Emas melalui tata laksana stunting di puskemas.

”Program ini menghadirkan dokter spesialis anak ke semua puskesmas se-Kabupaten Jombang di 21 kecamatan,” imbuhnya.

Inovasi program Besut Buka Gerbang Emas ini dilakukan sebagai wujud keseriusan dan upaya proaktif atas kendala-kendala di masyarakat.

”Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang berupaya mendekatkan layanan penanganan stunting melalui  tata laksana sesuai standar ke puskesmas-puskesmas dengan harapan dapat mendekatkan layanan ke masyarakat dengan menghilangkan kendala yang dirasakan masyarakat jika balita stunting harus datang ke rumah sakit,” jelas dia.

Dijelaskan, tata laksana stunting yang diberikan kepada balita stunting seperti pengukuran antropometri balita, pemeriksaan secara klinis, pemeriksaan penyakit penyerta jika ada, pemberian resep susu PKMK sesuai kebutuhan gizi balita, konseling gizi dan kesehatan serta edukasi cara pembuatan susu PKMK sesuai resep dokter spesialis anak.

”Setiap balita stunting mendapatkan 36 buah kotak susu PKMK dengan pemberian secara bertahap dan juga dilakukan evaluasi setiap 14 hari sekali,’’ jelas dia.

Adapun manfaat yang diterima masyarakat dari adanya program ini adalah jumlah balita stunting yang mendapatkan tata laksana sesuai standar dapat terlayani semua (100 persen dari sasaran berdasarkan laporan bulan Agustus 2024 dengan kategori stunting-gizi buruk atau stunting-gizi kurang).

”Bahkan dengan adanya program inovasi ini sudah 1.131 balita stunting termasuk temuan kasus baru di bulan September telah memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan tata laksana stunting sesuai standar cut off 10 Oktober 2024,’’ papar dia.

Ia menyebut, dampak nyata dari program Besut Buka Gerbang Emas adalah adanya tren penurunan balita stunting sampai dengan bulan September 2024 ini.

”Harapannya dengan program inovasi ini dapat membantu penurunan stunting di Kabupaten Jombang secara berkelanjutan sehingga dapat membuat generasi penerus bangsa Kabupaten Jombang menjadi berkualitas untuk mampu bersaing menghadapi tantangan global,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Besut Buka Gerbang Emas #Dinkes #Gerbang #inovasi #Jombang #emas #program #Stunting