JombangBanget.id – Puskesmas Tambakrejo, Jombang berkomitmen menekan angka stunting di wilayah kerjanya.
Salah satu upaya yang dilakukan, memberikan pendampingan dokter spesialis anak yang dilaksanakan di Puskesmas Pulolor, Kamis (12/9).
’’Kami bersama Puskesmas Pulolor melaksanakan kegiatan pendampingan dokter spesialis anak, dimaksudkan untuk memastikan tumbuh kembang optimal bagi balita,’’ kata Kepala Puskesmas Tambakrejo, dr Noer Hajati MM.
Kegiatan dihadiri Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jombang, dr Wahyu Sri Harini MKes.
Serta dr Ahmad Mahfur SpA dari KSM Ilmu Kesehatan Anak RSUD Jombang.
Kepala Puskesmas Pulolor, Peni Dwi Sulistyani SKM.
Ahli gizi dari Puskesmas Tambakrejo dan Puskesmas Pulolor, serta bayi dan balita yang mendapatkan pendampingan.
Bayi dan balita diperiksa secara intensif. Dokter Ahmad Mahfur S SpA, juga memberikan penyuluhan, terkait tata cara pembuatan pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) yang baik.
Seperti menjaga kebersihan tangan, alat dan tips yang harus dilakukan agar anak mau mengkonsumsi PKMK.
Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya asupan gizi yang tepat.
Serta pemantauan kesehatan yang konsisten.
’’Anak yang sehat itu tidak hanya lincah atau aktif, tetapi juga berat badan naik sesuai garis pertumbuhan. Anak bertambah tinggi, jarang sakit, serta kemampuan gerak, bicara, dan sosialisasinya bertambah sesuai usianya,’’ ungkapnya.
Setelah penyuluhan, dilakukan pemeriksaan fisik balita oleh dr Noer Hajati.
Guna mengetahui kondisi bayi dan balita yang hendak mendapatkan intervensi berupa PKMK.
Juga diperiksa dr Ahmad Mahfur SpA untuk dibuatkan resep takaran PKMK sesuai dengan kondisi bayi dan balita.
Pemberian dan monitoring PKMK dilakukan dua minggu sekali. Guna memantau daya terima dan respons anak setelah diberikan resep PKMK.
’’Kami lakukan evaluasi, apakah anak mampu mengonsumsi sesuai target dan bagaimana perubahan yang dialami. Jika baik dapat dilanjutkan. Jika kurang akan dilakukan evaluasi dengan melakukan kolaborasi dengan Tim Asuhan Gizi,’’ urai Citra Rystia, ahli gizi Puskesmas Tambakrejo.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjadi perbaikan kondisi gizi balita serta perubahan perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak sejak dini.
Sehingga tidak sampai terjadi masalah gizi yang lebih serius. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz