Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Angka Kematian Pasien RSUD Jombang Tinggi, Dodiminasi Tiga Jenis Penyakit Ini

Anggi Fridianto • Senin, 16 September 2024 | 14:31 WIB
SILIH BERGANTI: Ambulans yang datang di IGD RSUD Jombang datang silih berganti setiap hari.
SILIH BERGANTI: Ambulans yang datang di IGD RSUD Jombang datang silih berganti setiap hari.

JombangBanget.id – Angka kematian pasien alias jumlah pasien meninggal di RSUD Jombang masih tinggi.

Sejak Januari hingga Agustus lalu, tercatat ada 991 orang meninggal dengan berbagai faktor.

Mulai faktor kecelakaan lalu lintas hingga meninggal akibat penyakit yang diderita.

Direktur RSUD Jombang, dr. Ma'murotus Sa'diyah menyampaikan, dari hasil rekapitulasi tim medis, total ada 991 pasien meninggal di RSUD Jombang.

”Jumlah total dari Januari–Agustus ada 991 pasien,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia mengatakan, dibandingkan tahun 2023 dengan waktu yang sama yakni Januari – Agustus terjadi banyak penurunan.

Disampaikan, pada Januari–Agusutus 2023 ada 1.459 angka kematian.

”Ya memang ada penurunan jika kita bandingkan dengan tahun lalu,’’ papar dia.

Ia mengatakan, ada beberapa faktor menjadi penyumbang terbesar terjadinya kematian.

Pertama, akibat penyakit yang diderita. Ia mengatakan, ada tiga jenis penyakit yang paling dominan menyumbang kasus kematian.

Di antaranya, karena kasus gangguan respirasi, kasus penyakit dalam serta stroke perdarahan yang datang dalam kondisi terlambat.

Baca Juga: RSUD Jombang Ramaikan Karnaval Mobil Hias, Kampanyekan Pola Hidup Sehat dengan Bagi-Bagi Sayur dan Buah

”Untuk kasus gangguan respirasi dan kasus penyakit dalam serta stroke pendaharan ini rata rata mencapai 115 hingga 120 pasien per bulan,’’ papar dia.

Ia mengatakan, dari ketiga jenis penyakit itu ada beberapa yang menjadi penyabab kematian.

Misalnya, pasien yang datang di RSUD Jombang sudah dalam kondisi yang disertai dengan stroke pendarahan.

Selain itu, ada juga pasien dengan penyakit kompleks dan sudah masuk fase terminal.

“Sementara dari Januari sampai Juli, untuk kematian pasien yang meninggal saat datang di IGD sejumlah 267 pasien,” tambahnya.

Ning Eyik, sapaan akrabnya, menguraikan penyumbang kematian juga dapat disebabkan faktor kecelakaan.

Dalam setiap bulan, pihaknya mencatat adalah beberapa pasien yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

”Terkait faktor kecelakaan itu mencapai 3 sampai 4 pasein per bulan,” tandasnya.

Pihaknya bersama tim medis RSUD Jombang, mengaku sudah melakukan langkah dan upaya pengobatan sesuai prosedur.

Pasien yang meninggal, dilihat dari indikator perhitungan lebih dari 48 jam atau dua hari setelah menjalani perawatan di RSUD.

”Namun, pasien itu bukan hanya dari Jombang, karena kita adalah RS rujukan regional Jawa Timur bagian tengah yang menerima dari Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan kota Kediri termasuk Kota Batu,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tinggi #dominasi #kematian #angka #pasien #RSUD Jombang #Jombang #penyakit