JombangBanget.id – RSUD Ploso, Jombang terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat, terutama di bidang farmasi atau obat.
Di antaranya mengoptimalkan dua program Sitarobmanis (Sistem antar obat aman dan gratis) dan Sipatimah (Sistem telefarmasi rumah sakit).
Direktur RSUD Ploso dr Hendri Muzaki mengatakan, dua program itu sampai saat ini terus berjalan.
Untuk Sitarobmanis misalnya, merupakan jasa pengantaran obat yang diberikan rumah sakit secara gratis.
”Jadi, obat diantarkan langsung petugas intalasi farmasi, sehingga edukasi pengantaran obat tetap dapat dilakukan,” kata Hendri kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Sejak di-launching pada 2023 lalu, inovasi program RSUD Ploso sukses meraih penghargaan.
Di antaranya Anugerah Kreativitas dan Inovasi (Krenova) tingkat Kabupaten 2024 kategori Perangkat Daerah.
”Inovasi dari program ini juga banyak manfaat,” imbuh dia.
Manfaat bagi pasien misalnya, menurut Hendri bisa meningkatkan kenyamanan, menghemat waktu dan biaya, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan.
”Sedangkan bagi rumah sakit, bisa meningkatkan kepuasan pasien dan mengurangi antrean di instalasi farmasi serta membangun reputasi sebagai rumah sakit yang inovatif,” tutur Hendri.
Masyarakat juga turut merasakan manfaatnya. Sebab memudahkan, terutama bagi pasien dengan mobilitas terbatas.
Baca Juga: Lewat Aplikasi Sikozion, Cara RSUD Jombang Berikan Konsultasi Gizi Gratis kepada Masyarakat
”Sehingga kesehatan masyarakat secara keseluruhan juga meningkat,” lanjut dia.
Melalui inovasi program Sipatimah menurut Hendri, memungkinkan pasien dapat berkonsultasi secara langsung dengan apoteker instalasi farmasi rumah sakit.
”Melalui nomor handphone mengecai cara konsumsi obat mulai dari dosis, cara dan waktu penggunaan serta efek samping, hingga interaksi obat,” ujar Hendri.
Dua program itu saat ini dalam proses seleksi di ajang Inovation Government Awards 2024.
”Saat ini kami sedang membuat inovasi terbaru, yakni Siboba (Sistem barcode obat) yang akan terintegrasi Sitarobmanis dan Sipatimah,” ujar dia.
Program terbaru itu menurut dia, teknisnya terdapat barcode pada setiap obat yang dapat di-scan secara langsung.
”Sehingga memunculkan informasi detial mengenai obat tersebut,” kata Hendri. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz