Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ketua DPRD Jombang Prihatin Kasus Stunting di Jombang Tinggi: Program Pemkab Harus Jelas dan Evaluasinya Terukur

Azmy endiyana Zuhri • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 01:57 WIB
Ilustrasi stunting
Ilustrasi stunting

JombangBanget.id – Masih tingginya angka balita stunting di Kabupaten Jombang mendapat respons dari kalangan dewan.

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi meminta pemkab harus lebih serius menekan kasus stunting.

”Kami sangat prihatin angka stunting di Kabupaten Jombang masih tinggi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/8).

Politikus PKB mendorong pemkab bisa bekerja maksimal menekan kasus stunting.

Terlebih anggaran yang digelontorkan untuk penanganan kasus stunting setiap tahunnya juga besar.

”Dinkes dan OPD terkait lainnya harus proaktif turun tangan mengatasi masalah ini. Karena kesehatan ini hal utama yang bersentuhan dengan masyarakat khususnya tentang gizi pada bayi,” tambahnya.

Mas’ud juga mengapresiasi langkah Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo yang menaruh perhatian besar terhadap kasus stunting di Jombang.

Terlebih kasus stunting juga jadi atensi pemerintah pusat.

”Saya baca Pj bupati minta dinas melakukan pendataan balita stunting secara rinci, baik nama, alamat dan foto, itu kami mendukung sekali, sehingga penanganannya bisa lebih terukur,” bebernya.

Terlebih lagi, pemkab setiap tahunnya menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk menekan angka stunting di Jombang.

”Kami berharap anggaran stunting dipergunakan dengan tepat sasaran, programnya harus jelas dan evaluasinya terukur,” bebernya.

Baca Juga: Angka Prevalensi Stunting di Jombang Turun, Pj Bupati Sugiat: Persoalannya Bukan Hanya Tambah Gizi, Tapi Pola Asuh

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 3.811 balita di Kabupaten Jombang masih stunting (pertumbuhan terhambat).

Angka ini berdasarkan data bulan timbang pada Juli 2024.

Jumlah ini menurun jika dibandingkan data bulan timbang di Juni 2024, di mana angka balita stunting tercatat sebanyak 3.941 kasus.

”Ini merupakan data Juli, jika dibandingkan dengan Juni, ada penurunan 130 balita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada.

Pada Juli, dari 73.654 sasaran balita, ada 71.464 kehadiran balita ke posyandu.

Dari jumlah tersebut, tercatat jumlah balita stunting mencapai 3.811 anak.

Sementara data timbang pada Juni, jumlah sasaran balita 72.880, yang hadir 69.746 balita.

”Terdeteksi stunting ada 3.941 balita,” imbuhnya.

Angka balita stunting yang masih tinggi ini menurutnya menjadi atensi bagi banyak pihak.

”Sebab stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas kesehatan saja, stunting ditangani oleh semua sektor. Mulai dari desa, kecamatan sampai lintas OPD (organisasi perangkat daerah),” terangnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#kasus #angka #Pemkab #Jombang #Ketua #jumlah #DPRD #Stunting