JombangBanget.id – Sebanyak 3.811 balita di Kabupaten Jombang masih stunting (pertumbuhan terhambat).
Itu setelah penarikan data timbang yang dilakukan pada Senin (5/8).
Jumlah ini menurun jika dibandingkan pada data timbang satu bulan sebelumnya.
’’Ini merupakan data Juli, jika dibandingkan dengan Juni, ada penurunan 130 balita,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada.
Pada Juli, dari 73.654 sasaran balita, ada 71.464 kehadiran balita ke posyandu.
Dari jumlah tersebut, tercatat jumlah balita stunting 3.811 anak.
Sementara data timbang pada Juni, jumlah sasaran balita 72.880, yang hadir 69.746 balita.
Terdeteksi stunting ada 3.941 balita.
Angka balita stunting yang masih tinggi ini menurutnya menjadi atensi bagi banyak pihak.
’’Sebab stunting tidak hanya menjadi tanggungjawab dinas kesehatan saja, stunting ditangani oleh semua sektor. Mulai dari desa, kecamatan sampai lintas OPD (organisasi perangkat daerah),’’ terangnya.
Salah satu yang bisa dilakukan untuk menangani stunting, meningkatkan edukasi yang dilakukan di posyandu.
Mengoptimalkan pendampingan keluarga di 1.000 HPK (hari pertama kehidupan).
Pemberian asupan makanan bergizi, pencegahan penyakit infeksi, peningkatan pemenuhan gizi saat hamil, serta peningkatan kapasitas kader kesehatan.
’’Data stunting ini juga kami sampaikan kepada Pj Bupati Jombang, sebab beliaunya kemarin minta data rinci, by name by adress hingga by foto,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz