JombangBanget.id - RSUD Jombang membuka layanan pencegahan stroke sejak dini.
Layanan ini dibuka di Poli Syaraf.
Harapannya, penyakit yang terdapat pada gangguan pembuluh darah di otak ini bisa diantisipasi karena datangnya sering tiba-tiba.
dr Aditya Kusumo Riswanto Sp.N, KSM Neurologi RSUD Jombang menyampaikan, pencegahan dini terhadap penyakit stroke sangat perlu.
Ia mengatakan, penyakit stroke ini adalah penyakit yang sulit dideteksi bahkan tidak gampang tergantung dari tingkatannya.
Penyakit stroke sendiri terdapat pada gangguan pembuluh darah di otak yang terjadi secara mendadak.
"Artinya apa yang awalnya tidak apa-apa, menjadi ada apa-apa, yaitu adanya gangguan di pembuluh darah,” katanya.
Menurutnya, stroke secara garis besar dibagi dua yaitu stroke sumbatan dan stroke pendarahan.
Dua macam stroke ini dibedakan dari gejala klinis yang dialami pasien.
Harus bisa dibedakan hanya dengan melakukan CT scan kepala karena terapinya sangat berbeda antara sumbatan dan pendarahan.
"Kalau stroke sumbatan, harus diberikan tindakan pengencer darah. Kalau sumbatan tidak boleh diberikan pengecer darah malah terjadi bahaya bagi penderita stroke," ungkap dia.
Baca Juga: 15 Pasien DBD Dirawat di RSUD Jombang, Pj Bupati: Kasusnya Naik Lagi
Untuk mengenali penyakit stroke, menurutnya gejala paling utama adalah segera ke rumah sakit.
Atau dalam singkatan se: senyum kita lihat senyuman tidak simetris.
Gera:gerakan kiri dan kanan tidak sama.
Ra yakni cara berbicara ada pelo, ke: kelemahan atau kesemutan artinya kesemutan separo, sakit harus dibawa ke rumah sakit.
"Bila mengalami gejala seperti itu segera dibawa ke rumah sakit karena semakin cepat dilakukan, semakin cepat mendapat tindakan dan semakin bagus kondisi pasien," tegas dia.
Selanjutnya, selama 10 tahun terakhir, menambah fasilitas baru untuk mendical cek up.
Pertama, bisa dilakukan tensi darah bagi dua pasien stroke naormal tensi darah atas 100 -140. Bagi yang berusia di atas itu dianggap tidak normal.
Kalau rendah normal 70- 100. Di atas angka itu maka tidak normal dan sangat mungkin tekanan darah atasnya 140, 130 normal.
Artinya ada dua komponen tadi cek darah setiap bulan.
"Cek kolesterol, gula darah dan asam urat, tapi yang paling bagus pakai darah dan harus puasa minimal 8-10 jam tergantung laboratorium dan hasilnya pasti akan berbeda. Misal diambil setelah makan, kolesterol bisa tinggi," tambahnya.
dr Aditya mengingatkan pasien yang sudah terkena stroke, jangan sampai terkena stroke berulang.
Karena kalau sudah kena serangan stroke kedua, ketiga, keempat, maka biasanya akan lebih parah.
Baca Juga: Ruang Tunggu Poli Eksekutif RSUD Jombang Makin Nyaman, Sediakan AC dan Koran Harian
"Stroke adalah penyakit yang di otak tidak bisa sembuh dan tujuan kita mencegah jangan sampai di otak lebih parah. Jadi harus sering dilakukan pemeriksaan sedini mungkin. Jika mengalami gejala stroke ke rumah sakit," tegas dia.
Semua gejala stroke tersebut harus dikenali dan harus dibawa ke rumah sakit.
Sebab, stoke kurang dari 4,5 jam karena sumbatannya tidak terlalu besar.
"Otak ibaratnya taman bunga kalau suatu saat selangnya tersumbat, maka layu tapi kalau tersumbat tidak lama, tidak sampai layu dan bisa segera diatasi," paparnya.
Bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya kalau mengalami gejala stroke bisa langsung datang ke RSUD Jombang untuk segera mendapatkan tindakan.
"Bisa langsung ke poli syaraf untuk konsultasi atau cek up ke RSUD Jombang jam kerja Senin - Jumat," pungkas Aditya. (ang/bin)
Editor : Ainul Hafidz