Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kasus DBD Meluas, 58 Wilayah di Jombang Masuk Endemis

Anggi Fridianto • Sabtu, 2 Maret 2024 | 16:05 WIB
Ilustrasi DBD.
Ilustrasi DBD.

JombangBanget.id - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti semakin meluas.

Hasil penelitian epidemiologi (PE) Dinas Kesehatan Jombang menyebut, sedikitnya ada 58 wilayah endemis DBD.

Titik endemis ini menyebar hampir di semua kecamatan.

”Kalau penularannya ada sekitar 58 titik di Jombang, tapi titiknya kami tidak hafal,’’ ujar Plt Kepala Dinkes Jombang Syaiful Anwar, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (1/3).

Hasil PE itu dilakukan sejak ada temuan DBD akhir Januari lalu.

Melihat fakta ini masyarakat diminta lebih waspada menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah. Terutama di tempat terbuka yang berisi air.

Ia menyebut, 58 titik endemis DBD tersebut telah dilakukan pembersihan bersama seluruh kader dan unsur masyarakat.

”Intinya kami sudah melakukan pembersihan sarang nyamuk di lokasi tersebut," tambahnya.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab temuan titik endemis DBD itu, lanjut dia, karena ada tempat penampungan atau genangan air yang menjadi sarang nyamuk dan berkembang biak.

Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini nyamuk cepat berkembangbiak.

Semisal tempat penampungan air, atau air yang tidak terpakai, kolam atau bekas kolam yang tidak terpakai.

Baca Juga: DBD di Jombang Tembus 131 Kasus, 12 Anak Dirawat di ICU Rumah Sakit, 5 Korban Meninggal Dunia

“Ditemukan banyak jentik berkembang di situ," tuturnya.

Ia lantas merinci, dari 58 titik endemis tersebut tak hanya berada di sekitar permukiman warga. Namun banyak yang berada di kebun hingga lembaga pendidikan.

Salah satunya terpantau di SMPN 5 Jombang dan SD Plus Darul Ulum Jombang.

”Dan itu rata-rata di sekolah-sekolah, ada beberapa yang kurang memperhatikan kubangan, padahal di situ banyak jentiknya," beber Syaiful.

Karena itu masyarakat harus lebih menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya turut mencegah penularan DBD.

”Termasuk ban bekas ada airnya dan ada jentik,’’ papar dia.

Terpisah, Direktur RSUD Jombang DR dr Mamurotus Sadiyah, lebih menyampaikan keberadaan tempat hidup nyamuk Aedes Aegypti yang justru bisa berasal dari tempat yang tidak disangka-sangka.

Misalnya, pelepah pisang yang roboh, maupun dahan pohon yang terdapat genangan air.

”Dari hasil temuan di lapangan, ada beberapa tempat yang tidak disangka sangka jadi tempat nyamuk berkembang biak. Misalnya pelepah pisang itu bisa jadi tempat jentik nyamuk,’’ tegas dr Eyik. (ang/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #demam berdarah #kasus #wilayah #rsud ploso #Meluas #RSUD Jombang #Jombang #dbd #Dinkes Jombang #meninggal dunia #rumah sakit #Endemis