Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Warga Jombang Meninggal Dunia Akibat DBD Bertambah Jadi Sembilan Orang

Wenny Rosalina • Sabtu, 2 Maret 2024 | 16:00 WIB
Ilustrasi nyamuk DBD.
Ilustrasi nyamuk DBD.

JombangBanget.id - Korban meninggal dunia karena DBD di Jombang bertambah menjadi sembilan orang, Jumat (1/3).

Satu dewasa dan delapan anak-anak.

"Ya, kemarin (Kamis) dua pasien, dan hari ini (Jumat) bertambah dua pasien yang meninggal," kata Direktur RSUD Jombang DR dr Mamurotus Sadiyah.

Satu pasien yang meninggal karena positif DBD, Kamis (29/2), seorang balita usia 3,5 tahun asal Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Pasien ini rujukan dari RSIA Muslimat (28/2) pukul 21.43 WIB.

Di RSUD langsung dirawat di ICU karena kondisinya Dengue Shock syndrom (DSS). Kemudian meninggal Kamis (29/2) pukul 13.45 WIB.

Sementara itu, ada balita lain usia 3 tahun juga meninggal dunia di RSUD Jombang karena DBD.

Pasien rujukan dari RSNU dalam keadaan DSS (29/2) dan meninggal dunia pukul 05.50 WIB.

Kemudian ada seorang remaja usia 15 tahun asal Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben dalam kondisi sama.

“Yang pasti seluruh pasien datang dalam kondisi DSS," beber dia.

Sepanjang Februari, lanjutnya, total ada 182 pasien IVD yang dirawat di RSUD Jombang.

Baca Juga: DBD di Jombang Tembus 131 Kasus, 12 Anak Dirawat di ICU Rumah Sakit, 5 Korban Meninggal Dunia

Dari jumlah itu 138 di antaranya anak-anak, dan 44 lainnya dewasa. Sementara yang dinyatakan positif DBD ada 88 pasien.

Khusus penanganan DBD ini pihaknya telah menambah 40 bed agar menampung semua pasien.

Termasuk mengubah ruang pertemuan yang disulap untuk tempat pelayanan.

”Sejak kemarin, sudah disiapkan sarana prasarana untuk memenuhi standar,” jelas dr Eyik sapaan akrabnya.

Ia menyebut, tren jumlah pasien dua hari terakhir menurun. Pada (29/2) jumlah pasien anak 36 dan di ICU 19.

Jumlah pasien anak tinggal 33, sementara di ICU tinggal 12, Jumat (1/3).

Sementara pasien dewasa (29/2) 10 orang dan (1/3) 7 orang.

”Yang lain membaik, dan sudah diperbolehkan pulang, semoga semakin turun setiap hari,” harapnya.

Ia mengatakan, penyintas DBD atau yang sebelumnya pernah dinyatakan positif DBD lebih mudah terserang DBD lagi.

"Karena sistem kekebalan tubuhnya sudah jebol, sehingga lebih mudah terkena, seperti yang meninggal asal Wersah Kepanjen itu sebelumnya sudah pernah DBD. Biasanya, penyintas DBD kalau kena lagi lebih berat karena reaksi imunologis," jelasnya.

Hal itu bisa diantisipasi dengan makan, minum dan istirahat lebih banyak.

"Faktor yang paling memengaruhi harus dibuat seneng hatinya," pungkas dr Eyik. (wen/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #demam berdarah #kasus #pasien #RSUD Jombang #Jombang #dbd #Dinkes Jombang #meninggal dunia #Anak #bertambah #dewasa