Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemeriksaan Radiografi: Sinusitis

Achmad RW • Rabu, 27 Desember 2023 | 15:10 WIB
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id

Penyakit sinusitis merupakan penyakit yang dapat menyerang berbagai macam kalangan usia, baik anak–anak, remaja, orang dewasa, bahkan orang tua.

Penyakit sinusitis ialah sebuah peradangan yang terjadi pada lapisan sinus.

Umumnya penyakit ini ditandai dengan pilek, hidung tersumbat, dan rasa nyeri pada area wajah.

Kondisi tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu minggu, bulan, atau bahkan tahun.

Berdasarkan lama berlangsungnya, sinusitis dapat terbagi menjadi empat jenis, yaitu sinus akut yang belangsung selama dua hingga empat minggu.

Sinus sub-akut berlangsung selama empat hingga dua belas minggu.

Sinus kronis berlangsung selama lebih dari dua belas minggu bahkan bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Sedangkan sinus kambuhan, biasanya terjadi tiga kali dalam setahun.

Beberapa studi epidemiologi menghitung bahwa persentase angka penderita sinusitis akut berada pada kisaran antara 6% hingga 15%.

Kemudian sinusitis kronik antara 5% hingga 15%, pada populasi Barat.

Sementara itu, penelitian dari beberapa negara Asia menunjukkan angka persentase sinusitis kronik yang lebih rendah, yakni berkisar antara 2,7-8%.

Baca Juga: Membayar untuk Udara Bersih: Pajak Lingkungan dan Peran Pentingnya dalam Menyelamatkan Lingkungan dari Penggunaan Freon (Pajak Lingkungan)

Belum ada data epidemiologi khusus mengenai sinusitis di Indonesia.

Menurut data berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi infeksi saluran napas akut (ISPA) menurut diagnosis tenaga kesehatan dan gejala di Indonesia sebesar 9,3%.

Untuk mengetahui penyakit sinusitis secara pasti dengan gejala yang ringan seperti flu, dokter memerlukan tindakan pemeriksaan radiografi sinus.

Agar dokter dapat memberikan diagnose medis secara jelas mengenai gejala yang di rasakan oleh pasien.

Pemeriksaan sinusitis radiologi, terletak pada kelainan struktur anatomi sinus paranasalis.

Posisi pemeriksaan radiologi sinus yang baik untuk pemeriksaan sinusitis ialah waters, seperti gambar di atas.

Pada posisi ini sangat baik untuk memeriksa keadaan diagnosa sinusitis.

Pemeriksaan radiografi foto polos dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan radiologi sinusitis, dengan persentase spesitiftas sebesar 96–100% dan sensitivitas sebesar 70%.

Pemeriksaan menggunakan modalitas CT Scan juga digunakan karena CT Scan dapat menunjukkan detail sinus dan daerah hidung lebih jelas.

Namun, pemeriksaan CT Scan tidak disarankan untuk sinusitis tanpa adanya komplikasi.

Pengobatan sinusitis tergantung pada jenisnya, tetapi umumnya dengan pemberian obat semprot hidung dan obat minum.

Jika obat-obatan tidak efektif, dokter akan menyarankan tindakan operasi.

Baca Juga: Awas! Bercanda Menarik Kursi Bisa Sebabkan Fraktur pada Tulang Ekor

Sinusitis bisa dicegah dengan mengurangi risiko terjadinya kondisi ini.

Yaitu dengan menghindari paparan zat pemicu alergi (alergen), rutin mencuci tangan dan memakai masker dengan benar.

Ketika merawat orang sakit, harus menghindari kontak langsung dengan orang sakit, dan tidak merokok.

Pencegahan sinusitis juga dapat dilakukan dengan berobat ke dokter gigi jika ada gigi yang berlubang, terutama di gigi atas. (*)

 

*) Mahasiswa D-IV Teknologi Radiologi Pencitraan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga

Kelompok 7: Salsabila Ista Nurdina (413221007), Achmad Reza Muntaha (413221014), Hanistasya PLQ (413221029), Natasha Febrianti (413221046), Sandra Dewi PS (413221059), Vivin Alfadiya (413221066), Cindythia Artha Firdauzah (413221082), Moh. Hilmy Faisal Ridho (413221088).

 

Editor : Achmad RW
#sinusitis #Radiologi