Jombangbanget - Puskesmas Megaluh terus melakukan inovasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sigion (konsultasi gizi online) menjadi salah satu inovasi yang membawa Puskesmas Megaluh menjadi salah satu puskesmas berprestasi tingkat Jawa Timur.
’’Sigion dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan konsultasi gizi secara online tanpa harus datang ke puskesmas. Dan pelayanan ini gratis,’’ kata Kepala Puskesmas Megaluh, dr Fitriyah, kemarin.
Inovasi Sigion tercipta tahun 2020. Saat pandemi Covid-19 tepatnya pada bulan April, pengunjung poli gizi puskesmas sepi.
Saat itu, kunjungan ke fasilitas kesehatan menjadi kegiatan yang mengkhawatirkan dan tidak nyaman karena pandemi.
’’Ini juga bagian dari upaya melakukan perbaikan gizi kepada masyarakat pada masa pandemi,’’ jelas Fitriyah.
Sigion kemudian lahir, memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan konsultasi gizi cukup dengan whatsapp.
Sosialisasi disampaikan melalui media sosial Puskesmas Megaluh, posyandu atau pertemuan lintas sektor.
’’Ke depan, kami akan menggandeng 3 pilar (Pemdes, Babinsa dan Babinkamtibmas) di setiap desa untuk mengoptimalisasikan, mendampingi dan menyebarluaskan inovasi Sigion kepada masyarakat,’’ urainya.
Melalui Sigion, konsultasi gizi menjadi lebih efektif karena tidak perlu datang ke puskesmas.
Efisien karena bisa dilakukan dimanapun dengan waktu konsultasi lebih dari jam kerja. Mulai pukul 06.00-20.00 WIB.
Berkualitas, karena pelayanan konsultasi gizi yang dilakukan tim ahli puskesmas yang profesional dan kompeten di bidangnya.
Sigion mudah diakses, konsultasi dilakukan tanpa perlu mendownload aplikasi baru.
Cukup menggunakan whatsapp yang mudah digunakan di semua kalangan.
’’Kalau pakai aplikasi kadang masih banyak yang bingung. Tapi kalau pakai WA, pasti lebih mudah, dengan nomor 08155173155,’’ tambahnya.
Mayoritas masyarakat melakukan konsultasi terkait gizi balita.
Tim ahli gizi dari puskesmas biasanya membantu memberikan tips trik untuk menghadapi balita yang tidak nafsu makan, hingga resep masakan yang disukai anak-anak.
’’Kita juga kadang berbagi resep masakan. Saling kirim foto kan mudah pakai WA,’’ tambahnya.
Dampak dari adanya Sigion ini sudah terasa.
Puskesmas Megaluh juga lolos seleksi administrasi kompetisi inovasi pelayanan publik (Sikovik) kaegori ketahanan institusi publik di masa pandemi dan antisipasi di pasca pandemi Covid-19 tahun 2022.
Puskesmas Megaluh juga masuk dalam 45 besar finalis top Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Provinsi Jawa Timur 2023.
’’Kami juga diundang untuk berpartisipasi mengisi stand pameran inoveasi pelayanan publik di halaman Jatim Park 3 Kota Batu pada 23-25 November,’’ terangnya.
Sementara dampak kepada kesehatan masyarakat, angka kasus balita stunting dan wasting di Puskesmas Megaluh terus menurun.
Tahun 2020 ada 218 balita stunting. Agustus 2023 menjadi 101 balita, dan Oktober 2023 turun lagi menjadi 98 balita.
Sementara kasus wasting 2020 ada 206 balita.
Turun menjadi 137 balita pada Agustus 2023.
Baca Juga: Dinkes Jombang Gelar Workshop bersama Petugas dan Kader Posyandu
’’Program ini akan terus berlanjut karena manfaatnya sudah terasa. Sigion ini gratis, dan bisa dimanfaatkan seluruh maysarakat tidak hanya Megaluh. Kami bahkan punya pasien dari Bali setelah pameran kemarin,’’ ucap dr Fitriyah. (wen/jif/ang)
Editor : Anggi Fridianto